
BANDARLAMPUNG-(PeNa), Memahami ajaran Islam membutuhkan rujukan aslinya. Dari sumber itu, baru dapat dipahami secara korelatif, integratif dan berkesinambungam. Demikian disampaikan A. Yodeswa di ruang kerjanya, di Jalan Urip Sumoharjo, Bandarlampung, Selasa (10/4).
A. Yodeswa yang akrab dipanggil Yodes tersebut mengatakan bahwa memahami Islam jauh lebih mudah dan berkesinambungan. “Dengan melibatkan berbagai pendekatan (interdisipliner), secara utuh Islam dapat dipahami lebih terbuka dan kontekstual sesuai dengan tingkat peradaban umat manusia. Islam tampil sebagai kekuatan penggerak spiritual, moral, ilmu dan amal saleh. Nah, itu yang saya lihat dan pelajari tentang Islam, ” kata Yodes.
Pengusaha muda yang juga putra almarhum Babe Yongky tersebut banyak mengungkap terkait keyakinan yang masih sedikit diketahuinya. “Jujur, kalau saya masih belum banyak belajar soal Islam. Tapi, menurut saya, aktualisasi ajaran Islam adalah penting. Hal ini seperti pesan Qur’an maupun hadits yang menyuruh umat Islam agar selalu mengerahkan ‘aql atau pemikiran dan sekaligus menyesuaikan perkembangan dan perubahan zaman,” ungkap dia.
Sambil tetap mengerjakan aktifitasnya sebagai owner dibeberapa perusahaan, Yodes menegaskan bahwa sedikitnya ada beberapa hal yang dapat dipetik dari keyakinannya. “Islam sebagai agama sekaligus doktrin, setidaknya ada tiga hal yang pertu dipetik, yakni Islam sebagai sumber kekuatan dan keyakinan spiritual, Islam sebagai wawasan dan pandangan hidup (world view) dan Islam sebagai komitmen hidup dan perjuangan. Pemahaman seperti inilah akan memberikan jawaban terhadap persolaan di tengah tantangan kehidupan manusia dewasa ini. Islam menjadi petunjuk yang selalu up to date sepanjang masa,” tegas Yodes yang juga keponakan Sudin, dedengkot Politikus dari partai berlambang banteng moncong putih. PeNa-spt.






