Jelang Puncak Mudik 2026, Arus Sumatera–Jawa Turun, Kendaraan Masih Padat

Bakauheni – (PeNa), Arus penyeberangan di lintasan Bakauheni–Merak mulai berubah menjelang puncak mudik Lebaran 2026. Pergerakan penumpang dari Sumatera ke Jawa pada H-5 tercatat menurun, sementara arus dari Jawa ke Sumatera masih cukup tinggi.

Data Posko Angkutan Lebaran di Bakauheni mencatat, selama 24 jam pada 16 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, sebanyak 43.804 penumpang menyeberang dari Sumatera menuju Jawa. Angka ini turun 2,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 45.127 orang.

Bacaan Lainnya

Total kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 8.208 unit atau naik 0,9 persen dibanding tahun lalu sebanyak 8.136 unit.

Rinciannya, kendaraan roda dua tercatat 621 unit atau naik 19,2 persen dari tahun lalu 521 unit. Kendaraan roda empat mencapai 5.040 unit atau turun 1,9 persen dari sebelumnya 5.135 unit.

Kendaraan logistik juga masih mendominasi pergerakan di lintasan ini. Truk yang menyeberang tercatat 1.884 unit atau naik 8,2 persen dibanding tahun lalu sebanyak 1.742 unit. Sedangkan bus mencapai 663 unit, turun 10,2 persen dari sebelumnya 738 unit.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan tren penurunan penumpang dari Sumatera ke Jawa terjadi karena sebagian pemudik sudah lebih dulu melakukan perjalanan pada hari-hari sebelumnya.

“Pergerakan dari Sumatera ke Jawa pada H-5 terlihat sedikit menurun dibanding tahun lalu. Ini kemungkinan karena sebagian pemudik sudah berangkat lebih awal,” kata Partogi.

Ia menjelaskan operasional kapal tetap berjalan normal untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masih berpotensi terjadi.

“Kami tetap menyiagakan armada dan memastikan jadwal kapal berjalan optimal agar arus penyeberangan tetap lancar,” ujarnya.

Partogi menambahkan kendaraan logistik masih cukup dominan melintas di lintasan ini.

“Truk logistik masih cukup banyak menyeberang karena distribusi barang menjelang Lebaran masih berjalan,” jelasnya.

Ia juga memprediksi lonjakan arus mudik masih berpotensi terjadi dalam dua hari ke depan.

“Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret. Kami sudah menyiapkan skema operasi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan,” ujarnya.

Arus Jawa ke Sumatera Turun

Sementara itu, pergerakan penumpang dari Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara juga mengalami penurunan pada H-5.

Data Posko Merak mencatat 120 trip kapal beroperasi selama periode 16 Maret 2026.

Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera tercatat 75.805 orang, turun 15,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 89.478 orang.

Total kendaraan yang menyeberang mencapai 17.702 unit, turun 17,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 21.470 unit.

Rinciannya, kendaraan roda dua tercatat 5.797 unit atau naik 1,6 persen dibanding tahun lalu 5.704 unit. Kendaraan roda empat mencapai 9.826 unit, turun 23,1 persen dari sebelumnya 12.774 unit.

Kemudian truk tercatat 1.439 unit, turun 39 persen dibanding tahun lalu sebanyak 2.360 unit. Sedangkan bus mencapai 640 unit, naik 1,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 632 unit.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera tercatat 363.607 orang, naik 2,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 353.652 orang.

Total kendaraan yang menyeberang mencapai 87.218 unit, naik 6,5 persen dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 81.922 unit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *