Bandar Lampung (PeNa)-Hegemoni PT.Sugar Group Companies terhadap DPD I Partai Golkar Lampung semakin mengakar, adanya aksi penolakan terhadap rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Partai Golkar pada pertengan Desember mendatang secara otomatis membuktikan asumsi publik jika Arinal Djunaedi selaku Ketua DPD I lebih memilih membela kepentingan koorporasi yang berada dalam kendali Vice President SGZ yakni Lee Purwanti.
Salah satu inisiator Forum Penyelamat Kewibawaan Partai Golkar Lampung (FPKPGL), Fasni Bima mengaku heran atas keputusan Arinal yang bersikeras menolak Munaslub tersebut, sedangkan dari 34 DPD seluruh Indonesia lebih dari 50 persen mendukung Munaslub.
“26 DPD I sepakat mendukung Munaslub itu digelar dan sisanya masih menunggu hasil keputusan pengadilan sedangkan yang menolak hanya 3 DPD dan Lampung salah satunya.Penolakan Arinal akan Munaslub itu justru semakin menguatkan dugaan jika Ketua DPD I itu lebih patuh pada Koorporasi,”tegas Fasni Bima saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon,Senin (27/11).
Selaku kader karbitan sambung Fasni, sikap pembangkangan DPD I Lampung atas Munaslub itu akan membuat citra partai semakin terpuruk dan hal itu juga berpengaruh terhadap elektabiltas Golkar .
“Golkar sudah diambang kehancuran, kenapa ada kader yang menolak munaslub. Ini menunjukan sikap membela kepentingan SGC).Inilah jika partai dalam melakukan rekrutmen tidak selektif dan hanya berorientasi uang sehingga wajar jika Arinal lebih patuh pada petinggi SGC dibanding dengan perintah partai,”ujarnya.
Dia menambahkan penetapan Setnov sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat berdampak negatif terhadap elektabilitas partai dengan adanya Munaslub maka akan menjawab persoalan-persoalan partai yang mengarah pada perbaikan elektabilitas sehingga tidak menggangu konsentrasi lembaga dalam menghadapi pesta demokrasi 2019 mendatang.
“Sikap Arinal yang lebih memilih patuh terhadap koorporasi dengan menolak Munaslub justru sangat kontradiktif dengan tujuan sesepuh, pengurus partai dan 26 DPD untuk melakukan perbaikan partai ke arah yang lebih baik.Kasus Setnov sangat besar pengaruhnya terhadap elektabilitas Golkar,”tandasnya.






