PESAWARAN-(PeNa), Datangnya musim hujan, pertumbuhan jentik nyamuk Aedes Aigypti akan meningkat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran Harun Tri Joko, Senin (20/01/2020).
Didampingi Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Elvira Irianti, Harun meminta peran aktif dari sekolah yang ada di Bumi Andan Jejama. Katanya, penyakit demam berdarah lebih disebabkan oleh virus dengue yang diketahui memiliki empat serotipe virus dengue, diantaranya DEN-1, DEN-2,DEN-3 dan DEN-4.
“Kita juga sudah melaksanakan sosialisasi kepada sekolah sekolah, terkait ancaman DBD disaat musim penghujan saat ini, dan di sekolah juga sudah ada juru pemantau jentik (Jumantik),” kata dia.
Diketahui, virus tersebut ditularkan oleh dua jenis nyamuk demam berdarah betina yakni Aedes Aegypti sebagai vektor utama dan Aedes Aegypti Albopictus sebagai vektor sekunder.
Jenis nyamuk demam berdarah ini memiliki sifat anthropofilik, artinya mereka lebih memilih untuk menghisap darah manusia. Selain itu juga bersifat multiple feeding, artinya untuk memenuhi kebutuhan darah sampai kenyang biasanya nyamuk ini bisa menghisap darah beberapa kali.
Sifat multiple feeding inilah yang dapat meningkatkan risiko penularan demam berdarah di wilayah perumahan yang penduduknya lebih padat. Sebab, satu nyamuk yang infektif dalam satu periode waktu menggigit akan mampu menularkan virus kepada lebih dari satu orang.
Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika.
“Di sekolah juga sangat rawan tumbuh dan berkembang penyakit DBD ini, karena terdapat bak penampungan air, bahkan bisa saja jarang dibersihkan atau dikuras. Hal ini yang bisa menyebabkan tumbuh kembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti di lingkungan sekolah,” ujar dia.
Karenanya, ia berharap pihak sekolah lebih menggiatkan upaya kebersihan lingkungan dan bak penampungan air untuk meminimalisir tumbuhnya sarang nyamuk di genangan air dan bak penampungan di areal sekolah.
“Terutama SD, karena banyak anak-anak yang rentan terjangkit penyakit ini, karena nyamuk ini menggigitnya pada waktu pagi dan sore, sedangkan anak anak bersekolah pada pagi. Sampai tanggal 20 Januari ini, sudah ada 10 kasus terkait DBD, dan ke 10 nya ini masih dirawat di Puskesmas, ” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






