BANDARLAMPUNG – Hilangnya uang nasabah yang disimpan di bank Lampung, menjadi kado buruk bagi gubernur Arinal.
Pasalanya saat ini, gubernur Arinal tengah mengupayakan agar bank Lampung bisa mendapatkan modal minim Rp.3 Triliun tahun 2024 sesuai dengan peraturan OJK No. 12/POJK.03/2020.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh gubernur Lampung untuk perbaikan bank Lampung dan mengejar modal inti minimal Rp3 Triliun, menempatkan Sekertaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto sebagai komisaris utama di Bank Lampung. Dengan begitu diharapkan dapat mampu mendongkrak dan mendorong perbaikan birokrasi didalam tubuh bank Lampung.
Dan seharusnya bank Lampung sendiri dapat memberikan kado terbaik untuk gubernur Lampung.
DPRD Lampung Watoni Noerdin, menilai hilangnya Saldo nasabah di rekening bank Lampung dapat menimbulkan sebuah ketidak percayaan terhadap pelayanan dan keamanan di Bank Lampung.
“Tentunya, masyarakat Lampung nantinya akan berbondong-bondong melakukan penarikan uang tabungan di bank Lampung. Dan meninggalkan bank Lampung,” kata Watoni Noerdin, Rabu (8/5).
Anggota fraksi PDI Perjuangan itu menyebutkan, kejadian ini jika tidak cepat disikapi oleh pemerintah provinsi Lampung, tentunya dapat berdampak buruk pada target bank Lampung untuk memiliki modal inti Rp3 Triliun tahun 2024.
“Seharusnya kepercayaan yang diberikan gubernur dan pemegang saham kepada Fahrizal Darminto selaku komisaris utama bank Lampung. Dapat diemban dengan serius, salah satunya dengan memprioritaskan keamanan uang nasabah. Dan kejadian ini sebagai preseden buruk bagi Bank Lampung. Sehingga ditakutkan kejadian serupa dapat terjadi terhadap nasabah lainnya,” kata dia.
Nasabah Bank Lampung, resah. Mereka mengaku uang yang disimpan di Bank plat merah tersebut hilang.
Sup satu nasabah menyebutkan dirinya menjadi korban pengurus saldo di Bank Lampung. Dirinya menyadari menjadi korban ketika akan melakukan penarikan uang di ATM bank Lampung.
“Saya tahu menjadi korban saat akan ngambil uang diATM. Tiba-tiba sudah tidak bisa menarik lagi. Saya coba untuk mutasi buku tabungan, ternyata uang saya ditarik orang di capem Sanur Bali,” kata dia
Hal serupa juga terjadi pada ketua ikatan jurulnalis Pemprov (IJP) Lampung, Edwin Febrian. Dia mengaku kehilangan saldo di ATM bank Lampung sebesar Rp.5juta.
“Saya mengetahui saldo saya hilang saat akan menarik uang diATM Bank BRI Pasar Untung Senin pagi. Saya kaget, saldo tinggal Rp.150 ribu,” kata dia.






