BANDARLAMPUNG (PeNa) – Dalam rangka perayaan Idul Adha tahun ini, (17/6/2024), warga di lingkungan RT 11 Perumahan Indah Sejahtera 2, Sukarame, Bandarlampung, memperkenalkan inovasi terbaru dalam proses pemotongan hewan kurban.
Menggunakan alat sederhana bernama “Kandang Perebah”, proses penyembelihan hewan kurban kini berlangsung lebih cepat, aman, dan efisien.
Kandang Perebah sapi ini adalah hasil inisiatif dari panitia Idul Adha bersama warga perumahan setempat.
Alat yang terbuat dari rangkaian besi ini menyerupai gerobak dengan panjang 2,5 meter dan lebar 1 meter.
Cara kerjanya cukup simpel: sapi yang hendak disembelih dimasukkan ke dalam rangka besi tersebut, kemudian tubuh dan kaki sapi diikat pada rangka besi di sisi kiri sapi.
Ketua RT 11 Sukarame, Sun Haj, menjelaskan, Alat ini sangat aman bagi petugas penyembelihan hewan kurban.
“Alat ini sangat aman bagi petugas penyembelihan hewan kurban serta warga dan anak-anak yang menyaksikan. Saat direbahkan, sapi tidak berontak karena diperlakukan dengan lembut, sehingga mengurangi risiko bahaya bagi warga.” kata Sun Haji.
Proses penyembelihan dengan alat ini hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Setelah diikat dan direbahkan, sapi tidak berontak seperti yang biasa terjadi saat penyembelihan tradisional.
Hal ini sangat berbeda dari metode lama yang sering kali membutuhkan tenaga ekstra dan bisa membuat sapi mengamuk, bahkan membahayakan warga sekitar.
Setelah sapi disembelih, tubuhnya tinggal dipindahkan ke tempat pengulitan.
Kandang Perebah ini juga dilengkapi dengan roda di bagian samping, yang memudahkan pemindahan sapi ke lokasi yang diinginkan.
“Dengan alat ini, proses penyembelihan menjadi lebih praktis dan efisien,” tambah Sun Haj.
Pembuatan Kandang Perebah ini hanya menghabiskan biaya sekitar 4 juta rupiah, yang dibiayai oleh pengurus Musala Khairul Makmur.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam proses penyembelihan hewan kurban di masa mendatang.
Dengan adanya alat Kandang Perebah, warga RT 11 Sukarame tidak hanya merasakan kemudahan dan keamanan dalam proses penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menunjukkan bahwa inovasi lokal dapat memberikan solusi praktis bagi masalah sehari-hari.






