LAMPUNG TENGAH (PeNa) Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang dipercaya mampu mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir dan nelayan kini tak terurus, mangkrak dan tenggelam. Bantuan dari Kementrian Perhubungan tahun 2019 untuk Kabupaten Lampung Tengah tersebut dalam kondisi memprihatinkan, padahal setahun sebelulmnya, kapal yang beroperasi di taman pesisir Kampung Cabang Kecamatan Bandar Surabaya tersebut masih digunakan bupati setempat untuk memancing didaerah pesisir Sungai Burung.
Kapal yang dianggarkan melalui APBN sebesar Rp2,5 miliar per unitnya tersebut, diberikan secara kolektif oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan pada tanggal 15 April 2019 lalu kepada 46 kabupaten termasuk Lampung Tengah melalui Surat Hibah Kemenhub Nomor 207/14/10/djpl/2019. Sayangnya, sudah beberapa hari lalu, kapal dengan nama massal KM Baruna Nusantara tersebut tenggelam karena tidak terurus.
“Saya malah tidak tahu kalau kapal itu (Baruna Nusantara) sudah dalam kondisi seperti itu (tengglam). Malah saya baru tahu ini,” ujar Kepala Kampung Cabang, Hendri melalui rekaman suara via applikasi whatsapp.
Terpisah, tokoh pemuda Kecamatan Bandar Surabaya, Budiman menyayangkan perhatian pemerintah terhadap ase-aset negara terutama yang berstatus hibah. Karena, paska hibah, pemerintah melalui instrumennya tidak mampu mengawasi penggunaan, kondisi dan perawatan aset. “Ini sangat disayangkan sekali, karena keberadaannya sangat penting untuk menopang perekonomian masyarakat dari segi tangkapan laut dan pariwisata. Tentunya kami berharap ada perhatian dari pemerintah,” katanya.
Pengadaan kapal Pelra oleh Kementerian Perhubungan dilakukan bertujuan untuk mendukung konektivitas antar daerah di seluruh wilyah Indonesia lebih meningkat sehingga masyarakat yang berada di daerah yang sangat terpencil pun dapat merasakan manfaat dari program tol laut. Kapal Pelra ini diharapkan dapat menjangkau daerah yang sangat terpencil dan mampu mengangkut barang sekitar 10 ton dan penumpang sebanyak 24 orang. Selain itu kapal ini juga dilengkapi fasilitas yang cukup memadai seperti AC dan lain sebagainya.






