Kapolda Belusukan Ciptakan Rasa Aman

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Untuk menciptakan rasa aman pada masyarakat, berbagai cara dilakukan. Salah satunya belusukan untuk melihat dan mendengar secara langsung kondisi dilapangan.
Demikian yang dilakukan Kapolda Lampung Irjend Pol Suntana dalam menyiasati menciptakan rasa aman ditengah masyarakat jelang pemilihan gubernur dan wakil di Provinsi Lampung. “Kita terjun langsung ke beberapa kabupaten enam untuk mendengarkan pendapat Bupati, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan seluruh elemen masyarakat, tentang harapan dan kinerja Polisi sebagai Pelayan, Pelindung dan Pengayom Masyarakat,” Minggu (28/1).
Kabupaten yang dikunjungi adalah Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Tulangbawang Barat, dan Kabupaten Lampung Utara.“Saya ingin mengetahui pendapat orang lain karena mereka  yang mengetahui dan yang menilai seperti apa sosok dan kinerja anggota saya (anggota Polres), dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah-wilayah tersebut,” kata Kapolda Lampung.
Menurutnya, dengan mengetahui pendapat orang lain pihaknya bisa mengetahui apa kekurangan dan bisa membenahinya, sehingga tujuan menjadikan Polisi Profesional, Modrn dan Terpercaya (PROMOTER) di Lampung dapat terwujud. “Itu sebabnya, saya ingin mendengar lebih dulu pendapat orang, setelah itu baru, kita cari solusi yang terbaiknya bersama, agar semua pendapat atau keinginan tersalurkan sesuai dengan semestinya atau  peruntukannya,” ujarnya.
Banyak pendapat yang menjadi masukan diantaranya, pembangunan dan bantuan untuk menjaga keamanan dari pemerintah setempat, adat istiadat di Lampung, mengenai tradisi masyarakat membawa senjata tajam adat jenis badik dan masalah bujang yang melarikan anak gadis untuk dinikahi serta cara penanganannya, penambahan jumlah petugas dan penempatan petugas di Pospol untuk mencegah tindak pidana, senjata api illegal, pugli di perbatasan, keresahan masyarakat terkait dengan paham radikal, pengawalan kotak suara dan Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan banyak lagi pendapat lainnya.
Pada intinya, NKRI terdiri dari beragam atau berbeda suku, budaya, agama dan adat istiadat, namun itu merupakan kekakayaan tak terhingga yang dimiliki oleh bangsa ini. Oleh sebab itu NKRI adalah harga mati yang harus dipertahankan keutuhannya. “Jangan sampai dipecah belah oleh bangsa lain, itu berarti seluruh masyarakat harus bersatu menjaga Bumi Pertiwi ini. Oleh sebab itu, jika orang sudah tinggal, menikah, mencari nafkah dan memiliki keturunan, dari manapun asalnya, apapun perbedaannya, orang itu adalah orang Lampung, yang harus memiliki tanggungjawab menjaga Lampung dari segala macam gangguan dan ancaman.” terang dia.
Untuk itu, Pemerintah, Polri, TNI dan masyarakat Lampung harus bisa bersatu atau bersama-sama saling membantu memecahkan permasalahan yang ada di Lampung melalui siaturahmi dan tatap muka mengungkapkan pendapat serta berjiwa besar untuk mencari solusi terbaik.“Tujuannya, agar petugas selalu ada untuk melayani, melindungi dan mengayomi warga. Tetapi, jika petugas tak melaksanakan tugas dengan semestinya pastinya akan ada sanksi. Sewaktu-waktu saya akan datang kelokasi atau memantau  petugas melalui GPS, untuk mengecek keberadaannya. Jadi jangan kepercayaan itu disalahgunakan dan melalaikannya,” ungkap Kapolda.
Mengenai persoalan tradisi dan adat, tambah Kapolda, perlu diketahui setiap perbuatan yang melawan hukum sudah pasti akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Itu merupakan tugas para penegak hukum. Bila ada unsur pidana petugas harus melakukan tindakan. Namun, bila perbuatan atau persolan itu bisa dicegah sehingga tidak menjadi perbuatan pidana maka masyarakat bisa menyelasikan dengan cara Rembuk Pekon ata diselesaikan secara kekeluargaan.“Mengenai menjaga perbatasan dan penambahan jumlah personel, Polda Lampung mendapat bantuan sebanyak 50 sepeda motor itu akan saya serahkan kepada petugas yang berjaga dan patroli di perbatasan. Untuk penambahan jumlah personel, alhamdulillah kita mendapatkan kuota pada tahun ini, sebanyak 300 personel dalam penerimaan anggota Polri. Mudah-mudahan penambahan jumlah personel secara bertahap akan terpenuhi,” tegas dia.  PeNa-obi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *