Kapolres Pesawaran Paparkan Pencegahan Radikalisme Kepada 445 Imam Dan Khotib

 

PESAWARAN-(PeNa), Paparan pencegahan radikalisme dan intoleransi kepada 445 imam dan khotib dari 148 desa se-Kabupaten Pesawaran di Aula Islamic Center Gedong Tataan, Kamis (12/12/2019).
Materi tersebut disampaikan untuk menekan kegaduhan pada sisi agama yang kerap menjadi media para oknum teroris dalam melakukan pergerakkannya guna menjadikan kekacauan negara.
Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan bahwa semangatnya adalah Polri menegakkan hukum sesuai dengan ketentuannya.
“Yang terjadi dilingkungan kita, Pesawaran menduduki peringkat kedua setelah jawa tengah soal teroris. Karenanya, mari kita saling peduli dengan terus menjalin silaturakhim antar sesama dengan memberikan pemahaman agama secara masif dan baik, ” kata Popon.
Popon juga mengemukakan beberapa materi dengan memberikan contoh bagaimana cara para oknum teroris dalam merekrut atau memberikan hasutan secara implisit.
“Kami sebagai Polri tidak dapat masuk secara keilmuan lebih mendalam, Polri hanya menindak siapa saja yang melanggar hukum. Untuk itu, bapak-bapak selaku imam dan khotib sampaikan pemahaman agama dengan baik. Berilah pemahaman kepada mereka yang telah terjebak pada jaringan teroris, apakah itu jaringan nasional maupun internasional yang membahayakan keutuhan NKRI,” ungkap dia.
Diterangkan, ada beberapa kelompok yang merasa paling benar di Bumi Andan Jejama. Kelompok tersebut dapat menghasut masyarakat yang secara keagamaan masih minim, sehingga bisa dengan mudah dimasukin pemahaman tersebut. Kelompok yang dimaksud telah diidentifikasi dengan inisial Kelompok IM,HT dan J.
“Kalau ada indikasi seperti itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk menanggulanginya. Pintu Polres Pesawaran terbuka lebar, segera informasikan agar dapat lebih cepat dilakukan pencegahan. Silahkan, bapak-bapak yang memiliki ilmu yang setara dengan mereka untuk memberikan pemahaman secara baik, ” tutur dia.
Ditegaskan, Polres Pesawaran siap memback-up Imam dan Khotib dalam mengidentifikasi warga yang telah masuk pada kelompok teroris.
“Tolong tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan disekitar tempat tinggalnya, agar tidak ada lagi ruang bagi teroris untuk melakukan kegiatannya. Silahkan diskusikan secara keilmuan kepada mereka yang dirasa menyimpang dari Alqur’an dan hadist. Diskusikan dengan ahlinya, agar tidak mengalami kebuntuan dan dapat mempertajam perbedaan,” tegas dia.
Menanggapinya, Audiens mengajukan kepada kepolisian untuk dapat melibatkan diri pada syiar agama. Terutama pada mimbar khotib di sholat jum’at atau sholat jama’ah lainnya agar kepolisian dapat memberikan himbauan atau apapun yang bisa memberikan pengarahan ditengah masyarakat.
Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *