Karantina Lampung Gagalkan Penyelundupan 295 Burung Ilegal

BAKAUHENI (PeNa) – Informasi dari masyarakat membantu Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Lampung menggagalkan penyelundupan 295 burung, termasuk 65 burung dilindungi, Kamis (6/6/1024) sekitar pukul 04.20 wib.

“Kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait setelah mendapat informasi dari masyarakat dan membentuk dua tim operasi patuh karantina. Satu tim membuntuti kendaraan yang diduga membawa satwa liar ilegal, sementara tim lainnya menghadang di Pelabuhan Bakauheni,” ujar Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, Jumat (7/6/2014).

Bacaan Lainnya

Menurut Donni, sinergi yang baik dengan instansi lain memungkinkan operasi berjalan sukses. Tim menemukan ratusan burung liar dikemas dalam kardus minuman untuk mengelabui petugas.

“Kali ini, ratusan burung kicau diselundupkan dengan truk bermuatan. Modusnya dengan memasukkan burung ke dalam kardus minuman dan menyimpannya di kursi penumpang.” kata Donni.

“Setelah pemeriksaan, ditemukan burung cucak ijo mini 35 ekor, cucak ranting 4 ekor, cucak ijo 20 ekor, dan kinoi 6 ekor. Selain itu, ada 230 ekor burung pleci yang tidak dilindungi,” tambahnya.

Investigasi mengungkap bahwa burung-burung tersebut berasal dari Pekanbaru dan ditujukan ke daerah di Pulau Jawa, seperti Kebon Jeruk, Cikampek, dan Yogyakarta.

Saat ini, pelaku dan barang bukti ditahan di Kantor Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Karantina Lampung, dan investigasi lanjutan sedang dilakukan.

Lalu lintas satwa liar tanpa dokumen resmi seperti SKKH, surat bebas AI, SATDN, atau pelaporan kepada petugas karantina dianggap ilegal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.