PESAWARAN-(PeNa), Banyaknya kasus kejahatan cabul yang menimpa anak dibawah umur lebih didominasi karena pornografi. Anehnya,banyak kasus tersebut tidak dilaporkan ke kepolisian dengan berbagai alasan.
Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Pesawaran Binarti Bintang, Selasa (10/09/2019).
“Iya, karena sering menonton filmĀ pornografi. Itu yang menjadi penyebab utama, selain itu juga kurangnya pengawasan dari orang tua. Untuk itu,kedepan akan kita dorong adanya ruang terbuka hijau bagi anak. Sehingga lebih mudah mengawasi anak-anak, ” kata dia.
Bintang juga menerangkan, bahwa ditahun 2017 sampai dengan 2018 tercatat 68 kasus yang menimpa anak-anak Bumi Andan Jejama.
“68 kasus dengan uraian tujuh anak mengalami tindak kekerasan fisik, empat anak alami tindak kekerasan psikis, dua penelantaraan, lima anak berhadapan dengan hukum dan 61 anak alami kekerasan seksual,” terang dia.
Ia pun mengungkapkan, untuk menekan angka kriminalitas pada anak tersebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya diantaranya sosialisasi disekolah sekolah.
“Kita sudah lakukan sosialisasi ke sekolah,terutama saat upacara hari senin. Mereka kita serukan soal bagaimana cara melindungi diri dari tindak kejahatan orang dewasa, kemudian kita terangkan bahaya apa saja yang dimungkinkan terjadi dilingkungan mereka,” ujar dia.
Bintang menegaskan, dari catatan yang didapat masih banyak kasus ditengah masyarakat yang tidak terungkap dengan berbagai alasannya.
“Masih banyak kasus yang menimpa anak-anak,namun tidak dilaporkan ke polisi. Karena, kebanyakan masyarakat enggan melapor dengan berbagai alasan. Untuk itu, kita terus berupaya meminimalisir kejadian pada anak dan perempuan,” tegas dia.
oleh: sapto firmansis






