TANGGAMUS-(PeNa), Tim investigasi bencana segera selesai bekerja. Jika lebih cepat melakukan tugas dengan baik maka kedepan akan diberlakukan guna memangkas birokrasi tanggap darurat.
Hal tersebut dikatakan Penjabat Sekretaris daerah (Pj Sekda) Kabupaten Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis setelah memerintahkan jajaran guna melakukan investigasi apa yang menjadi penyebab banjir bandang di Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan beberapa waktu lalu.
Diawali dengan rapat Tim Investigasi Bencana Banjir Bandang Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan pada Jumat (23/11) lalu diruang rapat Sekda Kabupaten Tanggamus.
“Dengan adanya Tim Investigasi ini, diharapkan adanya gerak cepat tanggap darurat atas dampak bencana yang terjadi di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, ” kata Hamid, Minggu (25/11).
Menurutnya, tim investigasi tersebut harus segera melaksanakan tugas dilapangan untuk mendapatkan hasil.
“Jadwal investigasi dimulai dari hari Minggu (25/11/18) dan selesai hari Selasa sore. Dengan tujuan mensinkronkan data-data dan apa penyebab datangnya banjir. Jadi harus punya dasar yang kuat dan bisa meyakinkan pimpinan. Kalau tim investigasi berhasil, kedepannya.bila terjadi lagi, kita pangkas birokrasinya,” ujar dia.
Dalam rapat tersebut Sekda juga memberikan arahan baik secara kebijakan maupun teknis yang harus dilakukan oleh Tim Investigasi.
“Dalam peninjauan tersebut, Tim Investigasi titiknya tidak masuk ranah pertambangan dan saat pemanenan kayu tahunan harus dilakukan secara bertahap, tebang pilih, agar terjadi longsor saat musim penghujan. Selain itu saya minta Dinas PU Tanggamus, terkait pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan Provinsi agar segera diajukan, sehingga bantuan bencana dalam bentuk logistik cepat tersampaikan. Untuk pelaporan Tim Investigasi dibuat per sektor dan dijadikan satu, intinya di buat kesimpulan,” jelasnya.
Ditegaskan, perlunya dibuat Standar Operasional Prosedur dalam pemberian bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana yang terjadi. “Dibuat SOP bantuan kemanusiaan, agar bisa cepat sampai pada tujuan, juga membangun kembali bila ada kerusakan dan penanggulangan agar tidak terjadi kembali, ” tegas dia.
Sementara Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Fb. Karjiono, meminta agar Tim Investigasi melibatkan pihak KPHL untuk mendamping. “Biar jelas registernya, agar jelas titik mana yang marga dan mana yang kawasan, ” kata Karjiono.
Untuk diketahui, Tim Investigasi Bencana Banjir Bandang Kabupaten Tanggamus, terdiri 10 orang Pejabat Eselon III dan IV, yang berasal dari 6 OPD, yaitu ; Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Peternakan dan Perkebunan. PeNa-opoy.






