Menanggapi kenaikan harga LPG 3 kg, Yusnadi, Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS dan Aleg Dapil Lampung Timur, menyatakan keprihatinannya terhadap dampak kebijakan ini terhadap masyarakat miskin, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan sektor informal.
Langkah Konkret Meringankan Beban Rakyat harus konkret, Yusnadi menyampaikan beberapa rekomendasi kebijakan untuk meringankan beban rakyat. Diantaranya:
1. Pentingnya Advokasi Subsidi Tepat Sasaran
“Subsidi LPG 3 kg harus benar-benar sampai kepada masyarakat miskin,” kata Yusnadi. Ia mengusulkan agar pemerintah menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang lebih terintegrasi untuk memastikan distribusi yang akurat dan tepat sasaran.
2. Mendorong Skema Bantuan Langsung Tunai (BLT)
“Jika kenaikan harga tidak dapat dihindari, pemerintah harus memberikan kompensasi berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin untuk mengurangi dampaknya,” tambahnya.
3. Program Konversi ke Energi Alternatif
Yusnadi mendorong percepatan program konversi ke energi alternatif seperti kompor listrik bersubsidi yang lebih efisien dan ramah lingkungan sebagai solusi jangka panjang.
4. Dialog dan Mediasi
“Kami akan memfasilitasi dialog antara pemerintah, distributor, dan perwakilan masyarakat untuk mencari solusi yang komprehensif dan dapat diterima semua pihak,” ujarnya.
5. Pantau dan Evaluasi Implementasi
kami di DPRD juga berkomitmen untuk mendorong terbentuknya tim pemantauan untuk memastikan distribusi LPG 3 kg tetap lancar dan menghindari spekulasi harga di tingkat distributor.
Dengan langkah-langkah ini, Yusnadi berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tidak hanya adil, tetapi juga berpihak pada masyarakat kecil dan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. (*)






