Ketika Jadi Korban,Polisi Minta Masyarakat Segera Melapor

P E S A W A R A N – (PeNa), Ketika menjadi korban, hendaknya segera melapor kepada petugas kepolisian terdekat agar lebih cepat dan mudah mengungkapnya.

Demikian dikemukakan Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin menanggapi kejadian dugaan percobaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Selasa (21/06/2022) sekitar pukul 23.30WIB di Jalan Lintas Barat tepatnya di depan pintu gerbang Kampus Instidla Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.

“Kita belum mendapatkan laporan terkait peristiwa tersebut, namun karena sudah mendapatkan informasi ini tentunya kita akan melakukan pengungkapan, sembari menunggu laporan dari korban,” kata dia, Rabu (22/06/2022).

Menurutnya, ketika ada warga yang menjadi korban tindak pidana apapun dihimbau segera melapor kepada kantor Polisi terdekat baik di Polsek ataupun langsung ke Polres Pesawaran.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat atau siapapun yang berada diwilayah hukum Polres Pesawaran manakala mengalami tindak pidana apapun diharapkan segera melaporkan saja kepada kami (Polri) dan kami akan menerima laporan tersebut untuk segera menindaklanjuti, sehingga masyarakat kita merasa aman dan nyaman,” ujar dia.

Untuk diketahui, pasangan Suami Istri warga Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan, menjadi korban penjambretan di Jalan Raya Lintas Barat tepatnya di Desa Negeri Sakti kecamatan setempat.

Muhammad Bin Lahardo (31) mengatakan, kejadian penjambretan tersebut terjadi pada Selasa 21 Juni 2022 sekitar pukul 23.30WIB, saat dirinya pulang dari rumah orang tuanya yang berada di Kemiling Bandar Lampung.

“Jadi saya dan istri setelah pulang kerja, mampir dahulu di rumah orang tua yang berada di Kemiling, karena sudah malam sekitar jam sebelas malam lewat, kami pamit untuk pulang ke Desa Bernung,” tutur dia.

Sesampainya di Jalan Raya Negeri Sakti, lanjutnya, kendaraan sepeda motor roda dua yang digunakannya bersama istri di pepet dengan kendaraan sepeda motor bebek berboncengan tiga orang, dengan ciri-ciri anak remaja yang tiba-tiba langsung menarik tas milik istrinya.

“Tas istri saya yang ditarik tidak dapat, tapi saya dan istri terpental ke trotoar jalan, yang mengakibatkan saya luka ringan dan kecetit, kalau istri saya yang cukup parah sampai mendapatkan lima jaitan dibagian kepalanya, karena terjatuh itu saya tidak bisa melihat nomor plat kendaraan pelaku,” ujar dia.

Kedua orang korban tersebut belum melaporkan kepada pihak kepolisian karena fokus pada pertolongan pertama yang harus segera dilakukan.

“Kalau untuk saat ini kita memang belum membuat laporan ke pihak kepolisian, karena saat ini saya masih mengurus istri untuk penyembuhan, akibat luka yang diderita atas kejadian penjambretan tersebut,” kata dia.

Kemudian, Kapolsek Gedong Tataan Kompol Hapran Jambang mengatakan bahwa informasi adanya dugaan penjambretan dengan korban suami istri warga Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan pihaknya menerima laporan.

“Belum ada laporan dan anggota dilapangan juga belum mengetahui hal tersebut, coba nanti saya cek dulu. Kami menghimbau kepada siapapun yang mengalami tindak pidana di wialayah hukum Polsek Gedong Tataan segera melapor agar segera ditangani dan diungkap, ” kata dia.

Namun demikian, ia juga akan mengkroscek kepada pihak korban penjambretan agar kepolisian dapat mengambil tindakan atau mengungkapnya sehingga masyarakat lebih nyaman dan aman.

“Nanti akan saya cek ke korban, secepatnya kita konfirmasi agar semua jelas. Apakah benar atau tidak kejadian tersebut. Karena, mestinya pihak keluarga dapat segera melapor, kan tidak harus korban yang melapor. Bukti LP itulah yang nantinya akan menjadi dasar kami bekerja, ” tegas dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.