Klewang Dan Ari Di Tembak Polisi

BANDARLAMPUNG-(PeNa) Tersangka Muhamad Saiful alias Klewang (21) dan Ari (18) warga Lampung Timur ditembak polisi saat berusaha kabur ketika ditangkap ditempat persembunyiannya di Kedaton, Bandarlampung pada Jumat (22/9) lalu.
Keduanya ditangkap dan diamankan di Mapolres Bandarlampung setelah ketahuan telah 96 kali beraksi di Kota Bandarlampung. Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol. Murbani Budi Pitono melalui Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol. Harto Agung Cahyono mengatakan, kedua bandit tersebut merupakan spesialis pelaku pencurian kendaraan roda dua.
“Komplotannya berjumlah empat orang. Dalam sehari, mereka berhasil memetik dua motor, kemudian di jual kepada seorang penadah di wilayah Lampung Timur,” kata Harto Agung Cahyono, saat ekspose di Mapolresta Bandar Lampung, pada Selasa (26/9) sore.
Menurut Harto Agung Cahyono, komplotan tersebut yang aksinya terekam di CCTV dan beredar di instagram Seputar Lampung. “Penampakan pada rekaman CCTV dan video amatir. Salah satunya di mini market Alfamart di jalan Ratu Dibalau, seperti anak kecil berbaju merah dan beberapa hari kemudian mengenakan almamater, itu mereka. Hasil pemeriksaan sementara, selama tiga bulan, mereka sudah 96 kali beraksi,” ujarnya.
Modusnya lebih lanjut kata Harto Agung Cahyono, komplotan ini berkeliling mencari motor yang terparkir  disebuah mini market, di rumah-rumah atau ditempat lain yang tidak dijaga. “Saat beraksi, mereka membawa  senjata api rakitan. Tersangka Klewang adalah residivis kasus serupa di Wilayah Karawang, Jawa Barat, dengan 30 TKP dan bebas pada tahun 2016 lalu,” terangnya.
Komplotan Klewang, tambah Harto Agung Cahyono, baru-baru ini memetik motor milik korban Efriana seorang mahasiswa yang Kost di daerah Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Dari tersangka barang bukti yang diamankan berupa, empat unit motor dan dua kunci leter T. “Untuk dua tersangka lainnya berinisial A dan L, kita sudah kantongi identitasnya dan masih dikejar petugas,” imbuhnya.
Saat diintrogasi tersangka Klewang mengakui perbuatannya. “Kami mencuri motor jenis Honda Beat karena harga jualnya tinggi, Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta,”ungkapnya. PeNa-obi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *