P E S A W A R A N – (PeNa), Keluarga korban kebakaran menyoal kinerja kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pesawaran yang dianggapnya tidak benar dalam melaksanakan tugas memadamkan api kebakaran yang terjadi di Desa Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan pada pukul 14.00WIB, Rabu (18/08/2021).
Junaidi Ardi yang mengaku dari keluarga korban tersebut mengaku kecewa atas kinerja Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pesawaran yang terkesan tidak ada kesiapan dalam menangani kebakaran.
“Saya kecewanya disitu, karena mobil Damkar yang hadir hanya satu unit, air yang dibawa juga cuma sedikit, begitu sampai sini malah dandan keran, setelah keran jadi airnya yang abis, sedangkan api masih besar,” kata dia.
Kekesalannya juga mendorong keinginan orang tua dari Diana Martabaya (45) warga Desa Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan yang menjadi korban rumah kebakaran tersebut berencana akan melaporkan kepada Bupati Pesawaran agar segera mengambil tindakan terhadap bawahannya.
“Saya juga akan melaporkan kinerja Damkar itu ke Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, supaya bupati tau bahwa kinerja damkar itu tidak bener,” ujar Junaidi Ardi.
Menanggapinya, Kasat Pol PP Kabupaten Pesawaran Effendi mengatakan bahwa kendaraan pemadam kebakaran yang dikelolanya dalam kondisi baik karena memang ada anggaran perawatan dan pembelanjaan Bahan Bakar Minya (BBM) yang dibutuhkan pada kendaraan tersebut.
“Kendaraan Damkar di Gedong Tataan 1 mobil dan di Padang Cermin 1 mobil. Jumlah total 2 mobil. Dua duanya bagus, kendaraan buatan tahun 2011 dan siap 24 jam juga ada petugas piket tiap hari 5 personil masing masing mobil, ” kata dia.
Ia juga menerangkan bahwa isi pada tangki kendaraan Damkar 3,5 meter kubik air dan dioperasikan oleh sejumlah tenaga khusus yang terlatih dan siap siaga ketika diperlukan dalam menangani kebakaran.
“Anggarannya ada BBM dan biaya perawatan serta personil yang bertugas 15 orang di Gedong Tataan dan 15 orang di Padang Cermin. Mereka siap siaga ketika dibutuhkan, ” terang dia.
Untuk diketahui, rumah milik Diana Martabaya (45) warga Desa Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan telah habis ludes terbakar dan diduga disebabkan dari konseleting listrik milik PT. PLN.
“Awal mulanya terjadi konsleting listrik, dari situ langsung mengeluarkan percikan api dan langsung menjalar ke atap-atap rumah,” kata Junaidi Ardi yang mengaku ayah korban.
Ia menjelaskan, waktu kejadian tersebut memang ada dua cucunya yang sedang berada didalam rumah, beruntung setelah mereka mengetahui bahwa adanya api dari dalam rumah langsung lari keluar rumah.
“Alkhamdulillah dari kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun barang-barang yang ada di dalam rumah seperti, lemari, kursi sofa, TV, satu unit motor Honda Beat, handphone dan lainnya habis terbakar, pokonya semua barang-barang isi rumah itu gak ada bisa diselamatkan kan karena sudah habis terbakar,” jelas dia.
“Untuk kerugian yang dialami oleh anak saya mencapai kisaran Rp 700 juta. Karena dari semua barang-barang dan rumah hancur terbakar,” tegas dia.
Kejadian tersebut telah ditangani oleh kepolisian setempat guna dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan serta mencari apa yang menjadi penyebab kebakaran hingga menghabiskan rumah seisinya milik korban. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna keperluan penyelidikan petugas yang dimaksud.
Oleh: sapto firmansis






