Krisis Kewibawaan Guru: Siapa yang Akan Mendidik Jika Guru Takut Menegur?

BANDARLAMPUNG – (PeNa),  Meningkatnya kasus pelaporan terhadap guru atas dugaan kekerasan terhadap siswa menjadi isu yang meresahkan. Fenomena ini viral di media sosial, memicu perdebatan tentang peran disiplin dalam pendidikan.

Guru: Disiplin Adalah Tanggung Jawab Bersama

Senja Dini Damayanti, guru di SDN 3 Jatimulyo, menyatakan bahwa banyak orang tua lebih mempercayai anak mereka tanpa memeriksa fakta dari pihak sekolah.

Bacaan Lainnya

“Orang tua sebaiknya bertanya kepada guru sebelum melapor,” ujar Senja Senin (4/11/2024).

Ia menegaskan bahwa disiplin dari guru adalah bagian penting dalam membentuk karakter siswa.

Dendi Fauzi, guru seni budaya di SMA N 1 Jatiagung, menyoroti ketakutan guru dalam menegur siswa.

“Jika guru takut menegur, siapa yang akan memberikan arahan?” tanyanya. Menurutnya, disiplin adalah kunci keberhasilan pendidikan.

Siswa: Pentingnya Teguran untuk Membangun Karakter

Mutiara, siswa kelas 11 SMA N 1 Jatiagung, menilai peran guru dalam mendisiplinkan siswa sangat penting.

“Tanpa teguran guru, siswa bisa menjadi malas dan mengganggu proses belajar,” ujarnya. Ia menyarankan agar teguran diberikan jika pelanggaran dilakukan berulang kali.

Pendekatan Dialogis Sebagai Alternatif Disiplin

Timothy Yan Felix Sitorus, siswa kelas 10 SMA N 05 Bandar Lampung, menambahkan bahwa disiplin bisa diterapkan tanpa hukuman fisik. “Pendekatan dialogis atau penguatan positif lebih efektif,” katanya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara guru, siswa, dan orang tua.

Para guru dan siswa berharap orang tua dapat memahami pentingnya peran guru dalam mendisiplinkan siswa, serta tidak terburu-buru membawa masalah ke ranah hukum.

Kolaborasi antara orang tua dan sekolah dianggap solusi terbaik untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. (Wina/Ina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *