Mabes Polri Segera Realisasikan Adanya Sat Polairud Di Polres Pesawaran

P E S A W A R A N – (PeNa), Mabes Polri melalui Biro Tata Lembaga Dan Laksana (Lemtala Srena)nya segera merealisasikan Satuan Polisi Air dan Udara ( Sat Polairud) di Polres Pesawaran.

Sat Polairud yang dimaksud segera terealisasi setelah Tim Biro Lemtala Srena Polri dan Korpolairud Polri melakukan kunjungan dalam rangka study kelayakan pembentukan Sat Polairud Polres Pesawaran di Mapolres setempat dan lokasi yang direncanakan dibangunnya Gedung Sat Polairud di Dermaga Ketapang Kecamatan Teluk Pandan.

Rombongan Tim tersebut dipimpin Brigjen Pol Budi Yuwono selaku Karo Lemtala Srena Polri (Kepala Biro Tata Lembaga Dan Laksana) di dampingi Kombes Pol A.A. Sagung Dian Kartini, AKBP Eko Mei Probo Cahyono, Kompol Riyadi dan Iptu Agista Ryan Mulyanto didampingi Kabag Strajemen Rorena Polda Lampung selaku Ketua Pendamping AKBP Dasep Wahyu Permadi dan Wadir Ditpolairud AKBP Sulistiyono.

“Saya secara pribadi dan tim mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas sambutan dari Bapak Camat, Kepala Desa serta para tokoh-tokoh Desa yang sudah menerima dengan baik kehadiran kami disini, dan ucapan terima kasih juga kepada Bapak Bupati Pesawaran dengan adanya hibah tempat ini, tentunya kalau saya liat dinamika di Desa Batu Menyan lalu lintas dan di hari-hari libur tentu adanya dinamika atau gangguan yang tidak kita inginkan,” kata Brigjen Pol Budi Yuwono ketika beraudiensi dengan Camat, Kades dan Tokoh Masyarakat, Agama, Pemuda dan Warga Masyarakat setempat di Dermaga Ketapang Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan, Jum’at (01/07/2022).

Menurutnya, untuk pengunjung wisata tentunya harus diatur dengan tertib dan baik, kehadiran Polairud disini nantinya dapat membantu dan tentunya akan bersinergi dengan pelaku wisata, pemandu wisata dan pemilik kapal.

“Saya dengan Tim datang kesini untuk melihat adanya Pos Polairud Dermaga 4 Ketapang, nantinya bisa dioptimalkan dengan baik, sekaligus saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada bapak-bapak semua,” ujar dia.

Ditegaskan, hasil coffe morning dengan Kapolda Lampung bahwa Polres Pesisir termasuk Polres Pesawaran yang belum memiliki Sat Polair agar melakukan pengusulan.

“Alkhamdulillah kemarin dari Polres Pesawaran sudah mengusulkan dan saat ini kita sedang melakukan studi kelayakan apakah itu di setujui atau tidak yang pertama adalah kesiapan dari Polres yang kedua adalah partisipasi dan dukungan dari Instansi lain, kemudian masyarakat menyatakan saat ini kami benar-benar perlu kehadiran Kepolisian khususnya Sat Polair dan sebagainya, ini adalah yang sangat penting sehingga Kita bisa meyakinkan bahwasanya memang Sat Polair yang ada di Pesawaran ini memang penting untuk dibentuk Satuannya,” tegas dia.

Dikesempatan tersebut, Kapolres Pesawaran melalui Wakapolres Kompol Muhammad Riza T dengan didampingi Kabagren Polres Pesawaran Kompol Waryono mengatakan bahwa pengajuan pembentukan Sat Polair diwilayah hukum Polres Pesawaran itu sudah sejak 2017 silam.

“Polres Pesawaran sudah sejak 2017 mengajukan Pembangunan Sat Polair, kami juga sudah memperoleh hibah tanah dari Pemkab Pesawaran sejak tahun 2019 seluas 500 m² di Kecamatan Teluk Pandan tepatnya di Dermaga 4 Dusun Ketapang, Desa Batu Menyan, Kabupaten Pesawaran,” kata Kompol Riza.

Diungkapkan, pertimbangan yang mendasar diajukannya pembentukan Sat Polairud diwilayah hukum Polres Pesawaran adalah letak geografis yang sangat memungkinkan dan berpotensi.

“Kabupaten Pesawaran memiliki potensi usaha budidaya laut seluas 3.864 HA yang terdiri dari Budidaya mutiara seluas 3.260,5 HA, Rumput laut seluas 250 HA, Budidaya ikan kerapu seluar 50 HA dan Teripang seluas 25 HA, Budidaya tambak seluas 115,8 HA, Armada penangkapan ikan, Hutan mangrove, Terumbu karang dan Pulau-pulau kecil dengan panjang garis 96 Km, dengan luar perairan 689 Km2, juga terdapat 6 (Enam) Kecamatan pesisir antara lain Kecamatan Padang Cermin, Punduh Pidada, Way Ratai, Teluk Pandan, Marga Punduh dan Way Khilau serta terdapat 17 Pulau dan 4 Pulau yang berpenghuni yakni Pulau Pahawang, Tegal, Kelagian dan Legundi,” ungkap dia.

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *