Mahasiswa KKN UIN Walisongi Ajak Anak-anak Manfaatkan Sampah Botol Pelastik

LAMPUNG SELATAN – Dimasa pandemi covid-19, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu belajar dirumah dibandingkan disekolah karena peraturan pemerintah sebagai upaya pencegahan menyebarnya virus covid-19.

Seiring berjalannya waktu belajar dirumah atau disebut dengan daring anak-anak banyak mengalami kebosanan dan jenuh karena kurangnya kreatifitas dan aktifitas mereka yang tidak biasanya dilakukan seperti halnya Ketika disekolah, Selasa (17/11/2020).

Puspa dewi fitriyani, salah satu Mahasiswa KKN Reguler Dari Rumah Angkatan 75 UIN Walisongo ini berinisiatif untuk mengajak anak-anak yang berada disekitar tempat pengabdian yaitu didesa beringin kencana Kecamatan Candipro Kabupaten Lampung Selatan, untuk memanfaatkan sampah botol plastic sebagai media bercocok tanam yang dipadukan dengan hydrogel atau jika kebanyakan anak-anak menyebutnya dengan bola airnya yang pada umumnya digunakan untuk bermain saja.

Selain itu Bukan sekedar untuk memanfaatkan sampah botol plastik, anak-anak juga diajar bercocok tanam dengan media yang baru yang biasanya lebih banyak menggunaka tanah dan pupuk kompos.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kepedulian anak-anak terhadap kebersihan lingkungan dan menumbuhkan ide kreatif sejak dini sesuai dengan pola pemikiran anak- anak yang masih senang untuk belajar dan mengekaplorasi diri. Mereka juga dibebaskan untuk berkreasi membuatan botol yang tadinya polos untuk diberikan pewarna cat supaya lebih menarik.

“Seneng banget bisa main kaya gini, dan buat tanaman pake bola air, bunganya juga lucu” ungkap Ira.

Dari kegiatan ini Puspa Dewi Fitriyani, mengharapkan anak-anak mulai senang untuk belajar bercocok tanam terutama dengan memanfaatkan sampah botol plastik ini. Karena dalam proses pembuatan yang sangat mudah dan media yang dibutuhkan juga banyak dijumpai, seperti hidrogel ini bisa kita dapatnya di penjual-penjual mainan anak-anak dengan harga yang cukup terjangkau, 1 bungkusnya dihargain 1000 rupiah, kemudian direndam dalam air kurang lebih satu malam supaya mengembang dan membentuk bola-bola. Yang kedua botol plastik bekas yang bisa kita dapatkan di mana saja dan di cuci dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan anak-anak menjadi lebih peduli lingkungan dan menjaga kebersihan dari sampah-sampah plastik, memanfaatkannya menjadi sesuatu yang bernilai positif, menyukai bercocok tanam dan tentunya membangun ide kretif anak-anak untuk terus belajar dan mencintai kebersihan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *