P E S A W A R A N – (PeNa), Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenmbang) Kecamatan Negeri Katon Tahun 2022 dan Peresmian Rumah Desa Sehat (RDS) digelar di Aula Desa Negeri Ulangan Kecamatan Negeri Katon, Selasa (15/02/2022).
Pada kegiatan tersebut,realisasi penyerapan Dana Desa 2021 dikemukakan dan sejumlah usulan masing-masing desa pun disampaikan agar dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana pembangunan pemerintah desa pada tahun anggaran mendatang.
“Semua usulan desa sudah diterima dan bakal kita kabulkan, kalau uangnya ada. Untuk itu, saya mengajak seluruh kepala desa dapat menggali potensi diwilayahnya masing-masing sehingga memiliki pendapatan desa yang baik guna menjadi desa mandiri, ” kata Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat memberikan sambutan pada kegiatan yang dimaksud.
Dendi menerangkan, di era digital sekarang ini semua kepala desa harus menguasai informasi teknologi (IT) sehingga mampu berinovasi dan memperdayakan setiap potensi yang ada.
“Tidak bisa tidak, sekarang seluruh kepala desa harus melek IT karena ketika pendaftarannya saja sudah melalui proses CAT. Nah, dengan digital inilah sekarang apapun lebih cepat diakses termasuk laporan-laporan, ” terang dia.
Potensi yang dimaksud diantaranya seperti pertanian, perkebunan, pariwisata dan lainnya yang dapat membantu akselerasi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kita harus berfikir bagaimana kita menjadi mandiri tidak bergantung dengan Dana Desa, mulai sekarang galilah dan terus berinovasi serta selaraskan dengan arah pembangunan pemerintah daerah, ” ujar dia.
Terkait dengan adanya zona merah di Bumi Andan Jejama, Bupati Dendi Ramadhona juga mendorong pemerintah desa untuk mengaktifkan kembali Posko Covid-19 guna membantu mencegah penyebarannya.
“Kan ada 8 persen Dana Desa yang untuk covid, silahkan kepala desa belikan masker untuk masyarakat sehingga protokol kesehatan tetap terjaga. Jadi tidak ada lagi alasan tidak punya masker, saya minta tolong patuhi prokes dengan mengenakan masker ketika beraktifitas diluar rumah, ” ucap dia.
Dendi juga menyinggung soal pelaksanaan Musrenbang yang dilakukannya, dimana ia ingin mendengar langsung masukan dan saran dari masyarakat.
“Musrenbang ini sebenarnya diprioritaskan secara digital, tapi setelah dua tahun tidak bertatap muka, makanya saya ingin bersilahturakhmi dengan masyarakat sekaligus melihat langsung dinamika yang terjadi ditengah masyarakat, serta untuk penyampaian persepsi kepada masyarakat, kita bisa saling memberikan masukan dan saran untuk pembangunan Kabupaten Pesawaran kedepan,” tutur dia.
Apalagi, kata dia, saat ini ada perubahan regulasi terkait penggunaan DD akibat adanya Covid-19. Sehingga, pembangunan yang sedianya dapat direalisasikan kini masih menunggu anggaran kembali normal.
“Tahun ini kita kesulitan terkait anggaran pembangunan infrastruktur, makanya masyarakat jangan heran, ini karena adanya pengalihan untuk bantuan hibah, makanya untuk infrastruktur berkurang anggarannya, dimana sebesar 40 persen DD digunakan untuk BLT DD belum lagi untuk insentif aparatur, maka dari itu penggunaan DD terkunci kegiatannya, tapi saya sudah bersurat dan berkoordinasi dengan Pemerintah pusat mengenai hal ini,” tegas dia.

Kegiatan Musrembang Kecamatan Negeri Katon dilangsungkan dengan memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Dan, pelaksanaannya pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang diantaranya mengenakan masker, mengecek suhu badan, duduk berjarak dan disiapkannya handsanitizer serta tempat cuci tangan dengan airnya.
Oleh: sapto firmansis






