P E S A W A R A N -(PeNa), Semangat gotong royong antar masyarakat berdampak terhadap nilai-nilai dan sikap saling tolong menolong, sehingga mencerminkan masyarakat yang sejahtera, tenang rukun dan sikap kerja yang tanpa pamrih.
Demikian dikemukakan Ketua TP PKK Nanda Indira Dendi didampingi Wakil Ketua TP PKK Nurhayati pada kegiatan Penilaian Pelaksana Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Terbaik Tingkat Kabupaten Pesawaran Tahun 2024, di Desa Penengahan Kecamatan Way Khilau, Selasa (02/07/2024).
“BBGRM sangat penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari sistem nilai budaya bangsa. Jiwa semangat gotong royong serta kebersamaan yang telah turun temurun dan mendarah daging dalam kehidupan masyarakat dan telah menciptakan masyarakat hidup rukun dan damai, penuh kekeluargaan, keakraban, bahu membahu dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dalam bingkai Negara Kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” kata dia.
Nanda menilai masyarakat Kabupaten Pesawaran yang heterogen, berlatar belakang bermacam-macam suku, agama, adat istiadat, budaya dan antar golongan, telah berkomitmen untuk senantiasa melanjutkan cita-cita memajukan Kabupaten Pesawaran.
“Hal itu ditunjukan melalui sikap kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta bersama-sama memelihara hasil pembangunan yang telah dicapai,” ujar dia.
Atas dasar itu, Nanda berharap melalui Penilaian Lomba BBGRM Tingkat Kabupaten Pesawaran Tahun 2024 ini, mampu mengembalikan nilai-nilai kegotong-royongan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.
“Tak lain adalah sebagai upaya meningkatkan kepedulian, peran dan partisipasi aktif masyarakat di berbagai sektor kehidupan, baik yang ada di tataran kabupaten maupun kecamatan dan desa,” tutur dia.
Ia menerangkan bahwa BBGRM bukan hanya sekedar agenda rutin, melainkan sebuah panggilan moral bagi untuk menyatukan kekuatan, mengatasi kesenjangan, dan membangun kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Lomba ini, selain menjadi momentum untuk mengevaluasi dan meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam pembangunan, juga merupakan wahana mewujudkan nilai-nilai gotong royong, kerjasama, kesetiakawanan sosial, soliditas dan solidaritas masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan,” tegas dia.
Menanggapinya, Ridwan salah satu warga setempat mengatakan bahwa ditengah masyarakat sikap gotong royong masih menjadi alternatif utama dalam bermasyarakat dan melakukan kegiatan lainnya.
“Kami masih melestarikan gotong royong ditengah masyarakat, baik pada kegiatan fisik seperti bersih desa dan hajatan ataupun kegiatan lainnya. Nah, apa yang disampaikan Bu Nanda memang telah berlangsung pada masyarakat dan masih dipertahankan,” kata dia.
Bersama sejumlah warga lainnya, ia juga menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang dimaksud. Hadirnya Nanda Indira Dendi menjadi semangat bagi masyarakat setempat dalam melestarikan kegiatan warisan leluhur yang terus dijaganya.
oleh: Sapto firmansis






