Panen Raya Jagung Kuartal IV, Kapolda Lampung Sebut Produksi Tembus 86 Ribu Ton

Lampung Timur – (PeNa), Polda Lampung mengikuti Panen Raya Jagung Kuartal IV 2026 yang digelar serentak secara nasional melalui zoom meeting, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Dusun IV Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan, panen raya ini menjadi bukti konkret keterlibatan Polri dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya komoditas jagung yang menjadi andalan Provinsi Lampung.

Bacaan Lainnya

“Panen raya ini menunjukkan bahwa sinergi Polri, pemerintah daerah, dan petani mampu mendorong peningkatan produksi jagung secara nyata di Lampung,” ujar Helfi di sela kegiatan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, luas lahan jagung yang telah tertanam di Provinsi Lampung mencapai 12.372,81 hektar dari total potensi 15.086,81 hektar. Dari luasan tersebut, total hasil panen raya Kuartal IV tercatat sebesar 86.604 ton, dengan kontribusi produksi jagung Lampung menurut BPS mencapai 2.251.988 ton.

Helfi menyebut, Polda Lampung juga aktif melakukan pendampingan melalui lahan binaan Polri yang tersebar di sejumlah polres. Hingga 8 Januari 2026, panen pada lahan binaan Polri telah dilakukan di atas lahan 57 hektar dengan estimasi hasil 285 ton.

“Kami tidak hanya hadir dalam pengamanan, tetapi juga turun langsung mendampingi petani melalui lahan binaan Polri agar produktivitas terus meningkat,” kata Helfi.

Ia menambahkan, total panen jagung Kuartal IV di lahan binaan Polri Polda Lampung mencapai 74,78 hektar dengan estimasi hasil 523,46 ton. Lahan tersebut tersebar di Lampung Selatan, Lampung Tengah, Way Kanan, Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Tanggamus, Mesuji, dan Lampung Utara.

Dalam kegiatan panen raya di Lampung Timur, Kapolda Lampung menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok tani, mulai dari alat ukur pH tanah, bibit jagung, hingga sarana pertanian.

Bantuan juga disalurkan berupa traktor roda dua dan roda empat serta alat semprot pertanian untuk mendukung proses tanam berikutnya.

“Bantuan ini kami harapkan bisa langsung dirasakan petani, menekan biaya produksi, dan mendorong hasil panen yang lebih baik pada musim tanam selanjutnya,” jelas Helfi.

Terkait penyerapan hasil panen, Helfi mengungkapkan bahwa BULOG Lampung hingga 8 Januari 2026 telah menyerap 19.724,27 ton jagung atau sekitar 23 persen dari target 87.500 ton. Capaian tersebut menempatkan Lampung di peringkat kedua dari delapan provinsi prioritas penyerapan jagung nasional.

“Penyerapan oleh BULOG menjadi faktor penting agar harga jagung di tingkat petani tetap stabil dan hasil panen terserap maksimal,” pungkas Kapolda Lampung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *