P E S A W A R A N – (PeNa), Mustopa (58), Penembak Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ternyata tidak nampak memiliki perilaku yang menyimpang ditengah masyarakat setempat.
Demikian dikemukakan Kepala Desa Sukajaya Kecamatan Way Rilau Kabupaten Pesawaran Tarmizi ketika menanggapi salah satu warganya yang diduga terlibat kasus tersebut.
“Iya kalau dari keterangan KTPnya, Mustopa sih memang warga saya, namun saya baru tau informasi ini dari rekan-rekan media, karena kebetulan hari ini saya sedang mengikuti rakor di Pemkab Pesawaran,” kata dia, Selasa (02/05/2023).
Menurutnya, selama ini Mustopa juga diketahui beraktifitas seperti warga pada umumnya, tidak terlihat adanya penyimpangan dalam kesehariannya.
“Dia ini tinggal bersama istrinya di desa kami, dia punya anak tiga tapi setau saya tidak ada di rumah semua karena sedang bekerja di luar daerah,” ujar dia.
Namun demikian, Kades Sukajaya Tarmizi belum dapat memastikan secara pasti apakah Mustopa terpapar ajaran radikalisme atau apapun.
“Kalau untuk mengikuti ajaran yang tidak benar sepertinya tidak ya, karena kesehariannya dia ini bertani dan tidak pernah ikut ajaran-ajaran yang menyimpang,” tutur dia.

Menanggapinya, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan bahwa terkait identitas pelaku penembakan Gedung MUI Pusat masih terus diselidiki dilapangan.
“Sudah ada komunikasi dengan pihak terkait, nah kita disini masih terus mengecek dan mengumpulkan informasi tentang pelaku yang dimaksud. Termasuk profiling yang bersangkutan beserta orang sekitar atau keluarganya, ” kata dia.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah hukum Polres Pesawaran untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan, jangan sampai tidak mengetahui aktifitas sekitar.
“Segera informasikan kepada petugas terdekat manakala mengetahui aktifitas yang mencurigakan, jangan biarkan lingkungan kita disusupi oleh ajaran radikalisme yang dapat memecah belah sesama, ” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






