Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Berjalan Alot? 

PESAWARAN-(PeNa), Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan umum (pemilu) nasional 2019 tingkat kecamatan digelar di Gedung KONI Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan, Ahad (21/04).
Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (MAPPILU) PWI Kabupaten Pesawaran memprediksi jika rapat pleno tersebut akan berjalan alot. Hal tersebut dikemukakan Sekretaris MAPPILU Kabupaten Pesawaran Ismail.
“Sepertinya pleno akan berjalan lambat dan alot, kalau informasi yang kita dapatkan ada dugaan permainan salah satu caleg dengan oknum PPK dan PPS. Nah, ini bakal jadi perdebatan sengit jika terungkap nantinya, ” kata Ismail.
Menurutnya, seberapapun hebatnya pengaruh dari calon legislatif yang berasal dari luar Kabupaten Pesawaran akan berdampak pada perolehan suara.
“Masyarakat sekarang sudah cerdas, maka ketika ada kasak kusuk meski disembunyikan tentu akan tetap terungkap. Namanya perbuatan itu seperti bangkai, jadi tugas kita membantu penyelenggara pemilu akan membongkar semua itu, ” ujar dia.
Namun demikian, MAPPILU Kabupaten Pesawaran sangat berharap kegiatan rapat pleno tingkat kecamatan di Kecamatan Gedong Tataan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang ada.
“Kami optimis, kegiatan tersebut akan berjalan dengan baik dan lancar. Kenapa, karena kami yakin pengamanan dari Polri dan TNI yang melekat itu akan meminimalisir kecurangan sehingga proses ini dapat berkualitas. Kalaupun nanti ada persoalan, biar melalui mekanisme yang ada, ” terang dia.
Sedianya, pleno tersebut akan melaksanakan rekapitulasi perdesa dengan jumlah 302 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hadir pada kegiatan tersebut diantaranya adalah Ketua PKK Kecamatan Gedong Tataan Salamudin, Camat Gedong Tataan M. Iqbal, Kapolsek Gedong Tataan Kompol Muphian Somad, Danramil Gedong Tataan Mayor Inf Suprapto, Ketua Panwascam Gedong Tataan Sujono Maulana, Wakil Ketua Panwascam Gedong Tataan Nasir, Jajaran PPK Kecamatan Gedong Tataan, PPS se-Kecamatan Gedong Tataan dan para saksi.
Saksi tersebut diantaranya, Saksi Partai Hanura Desa Way Layap Ngadiman dan Mardani, Saksi Partai Hanura Desa Pampangan Sobri, Saksi Partai Hanura Desa Bernung Harsono, Saksi DPD-RI Alzier Dianis Tabrani yaitu A. Faanzir Zarami dan Saksi DPD-RI Muslim Tahir serta Saksi Calon Presiden nomor urut 02 Mannur.
Dalam sambutannya, Kompol Muphian Somad (Muso) mengharapkan semua warga untuk tetap menjaga kondusifitasnya.
“Yang kemarin saat menjelang pemilu terjadi sedikit gesekan sekarang mari sama sama kembali seperti sediakala. Kita percayakan kepada pihak yang memang sudah di tunjuk sesuai dengan undang undang untuk memutuskan hasil dari pemungutan suara, ” harapnya.
Siapapun yang menang merupakan putra terbaik bangsa yang telah di pilih oleh seluruh rakyat Indonesia.
Menang 01 bukan berarti pak Jokowi yang menang namun seluruh rakyat Indonesia, begitupula Apabila yang menang 02 bukan berarti pak Prabowo yang menang, Namun seluruh rakyat Indonesia.
“Untuk itu, kepada seluruh masyarakat khususnya para pengurus partai tidak perlu memobilisasi massa untuk melakukan demo dan sejenisnya.
Kita harus mampu menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing masing, sehingga kita semua masih tetap bersatu. Kapolri juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu berbondong bondong ke Ibu kota, namun percayakan permasalahan pemilu ini kepada pihak yang memang bertugas sesuai dengan aturan PKPU, ” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *