PESAWARAN-(PeNa), Guna mengungkap peristiwa terjadinya kecelakaan maut yang melibatkan tangki pertamina,Satlantas Polres Pesawaran bersama Tim Polda Lampung lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Raya Way Ratai Desa Khepong Jaya Kecamatan Padang Cermin, Kamis (01/10/2020).
Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo melalui Kasat Lantas AKP I Wayan Budiarta mengatakan, bahwa pihaknya bersama dengan tim Polda Lampung melakukan olah TKP dengan menggunakan alat Traffic Accident Analyst (TAA) milik Polda.
“Alat ini menggunakan basis komputer, jadi menggunakan alat ini bisa lebih jeli dan detail mengurai penyebab terjadinya kecelakaan,” kata dia.
Diungkapkan, adanya insiden kecelakaan yang merenggut dua nyawa pelajar asal Padang Cermin ini, membuat pihaknya akan kembali lebih intens untuk melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada para siswa-siswi yang ada di Bumi Andan Jejama, tentang tata cara dan peraturan untuk mengendarai sepeda motor.
“Sebelum adanya pandemi ini, kita selalu rutin melakukan sosialisasi tentang berkendara dengan road show ke sekolah-sekolah, kita memberitahukan kepada para pelajar, aturan-aturan yang harus terpenuhi saat berkendara, seperti harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dahulu, kemudian menggunakan helm dan lainnya,” ungkap dia.
Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, pihaknya menggandeng dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, agar pihak dinas mengeluarkan surat larangan bagi para siswa-siswi untuk membawa kendaraan ke sekolah.
“Kalau kendala yang kita alami ini, letak sekolah-sekolah yang berlokasi di dalam pedesaan yang tidak dijangkau transportasi umum, kemudian juga sarana dan prasarana yang membantu para siswa ini sampai sekolahnya juga belum ada, ini yang mengakibatkan banyak anak sekolah yang berangkat menggunakan kendaraan sendiri,” ucap dia.
Dirinya berharap, orang tua dan para dewan guru yang ada di sekolah, agar dapat mengingatkan kepada para siswa agar tak membawa kendaraan sendiri.
“Ini menjadi perhatian kita bersama, karena kejadian kemarin membuat luka yang mendalam, mengingat korban yang meninggal dunia masih belia,” pungkasnya.
Untuk diketahui,kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan tangki pengangkut 8000liter Bahan Bakar Minyak (BBM) bernomor kepala 50 dengan plat nomor polisi BE 9872 AV dengan sepeda motor Yamaha Vixion dan dua sepeda motor Yamaha Vega yang dikendarai oleh pelajar dan menewaskan dua orang serta luka berat lainnya.
Oleh: Sapto firmansis






