Polisi Ringkus Remaja Yang Diduga Setubuhi Anak Dibawah Umur

P E S A W A R A N-(PeNa), Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pesawaran Polda Lampung meringkus remaja berinisial WH (19) saat sedang nongkrong di Desa Tanjung Mas, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Selasa (02/08/2022).

Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin mengatakan bahwa ungkap kasus tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan kepolisian dari orang tua korban berinisial SA (13) tentang dugaan terjadinya persetubuhan kepada anak dibawah umur.

“Peristiwa itu bermula pada hari Sabtu tanggal 23 Juli 2022 sekira Pukul 22.00 WIB terjadi tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur, pada saat korban sedang membawa Sepeda Motor dijalan bertemu dengan Pelaku dijalan kemudian pelaku mengajak korban kerumah temannya di Desa Tanjung Jati Kecamatan Kedondong, dan setelah tiba dirumah teman pelaku, korban disetubuhi oleh pelaku selama empat hari dan digauli sebanyak tiga kali,” kata dia.

Kemudian, setelah korban pulang lalu menceritakan apa yang telah dialaminya kepada orang tua yang dilanjutkan dengan melaporkan kepada pihak kepolisian yakni di Unit PPA Satreskrim Polres Pesawaran Polda Lampung oleh orang tua korban yang tercatat sebagai warga Kecamatan Kedondong.

“Pelaku berinisial WH (19) warga Dusun Kali Pasir, Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran telah diamankan dan penangkapannya setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan terduga pelaku sedang duduk nongkrong bersama teman-temannya di Desa Tanjung Mas, Kecamatan Kedondong, sempat melakukan perlawanan kepada petugas, namun tersangka akhirnya berhasil diamankan oleh Team Tekab 308 Polres Pesawaran yang dipimpin oleh KBO Reskrim Ipda Zainal Abidin,” paparnya.

Untuk mempermudah pemeriksaan, petugas telah mengamankan tersangka WH dan barang bukti berupa 1 (Satu) buah kaos lengan pendek warna hitam, 1 (Satu) buah kaos lengan panjang warna Pink dan 1 (Satu) buah Rok warna Coklat (Pramuka).

“Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Jo. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang, ” tegas dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.