Polisi Sigap Atasi Masifnya Radikalisme Di Pesawaran

PESAWARAN-(PeNa), Menempati urutan kedua setelah Jawa Tengah soal endemik teroris, kepolisian sigap meminimalisir pergerakan paham radikalisme dikalangan pelajar.
Diantaranya, yang dilakukan Tim Subsatgas Banops Humas Polri Ops Kontra Radikal 2019 didamping Satbinmas Polres Pesawaran dengan memberikan penyuluhan tentang Bahaya Radikalisme kepada pelajar di Pondok Pesantren Diniyah Putri di Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Kamis (28/11/2019).
Pada kegiatan tersebut, selaku Ketua Tim Ajak Madya Ro Penmas Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Slamet Widodo didampingi Subag Mitra Div Humas Mabes Polri Ipda Hanum Ayi Danastri, Ba Div Humas Mabes Polri Bripda Reza Jihada dan pendamping dari Humas Polda Lampung Kaur Penmas AKP Jhon Kenedi, Ba Penmas Polda Lampung Briptu Erfan.
Kemudian Kepala Sekolah Ponpes Diniyah Putri Ridwan beserta Staf, Kabag Ops Polres Pesawaran AKP Yohanis, KBO Sat Binmas Polres Pesawaran Ipda Rosihan, Kasubag Humas Polres Pesawaran Aiptu Turono serta Siswi Ponpes Diniyah Puteri yang berjumlah kurang lebih 350 orang.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Ponpes Diniyah Putri  Ridwan mengatakan bahwa atas nama Lembaga pendidikan sangat berterimakasih karena sekolah Diniyah Putri dipilih dalam kegiatan.
“Saya berikan apresiasi dengan kegiatan ini, karena sangat penting dalam menanaman pemahaman yang baik kepada para pelajar bagi keutuhan kesatuan NKRI dan banyaknya berita yang berkembang tentang radikalisme sangat menghawatirkan, mudah-mudahan pertemuan ini akan menambah silahturahmi kita dan mempererat dalam kerjasama yang baik, ” kata dia.
Menanggapinya, Ketua Tim Kombes Pol Slamet Widodo menyampaikan pihaknya akan mengemukakan beberapa materi soal radikalisme.
“Kenapa saya tekankan di tiap-tiap Pondok karena pelaku-pelaku terorisme ada yang masih berumur 14 sampai 17 tahun dan yang terakhir jangan sampai adek-adek sekalian ini menjadi orang-orang yang radikalisme seperti kejadian penusukan Bapak Wiranto Menko Polhukam yang dilakukan oleh pasangan suami istri kemarin, ” ungkap dia.
Selanjutnya paparan Sosialisasi Radikalisme disampaikan oleh Kanit Bintibmas Polres Pesawaran Aipda Fahrijal Juarsah. Menurutnya, radikalisme merupakan suatu paham atau gagasan yang menginginkan adanya perubahan sosial politik dengan menggunakan cara-cara ekstrem termasuk cara-cara kekerasan, bahkan juga teror.
“Kelompok-kelompok yang berpaham radikal ini menginginkan adanya perubahan yang dilakukan secara drastis dan cepat walaupun harus melawan tatanan sosial yang berlaku dimasyarakat, ” ujar dia.
Menurut kepolisian, ada beberapa indikasi yang dapat dijadikan pemahaman untuk mengenali lingkungan yang menganut radikalisme.
Diantaranya adalah :
1. Fanatik terhadap pendapatnya sendiri sampai pada batas tidak mengakui pendapat orang lain.
2. Ketaatan mutlak terhadap pimpinan kelompok dalam setiap hal.
3. Menutup diri dari pergaulan dengan masyarakat diluar alirannya.
4. Keyakinan sangat kuat terhadap program yang akan mereka jalankan.
5. Tidak pernah berhenti dalam upaya penolakannya sebelum terjadi perubahan drastis terhadap kondisi yang dikehendaki.
6. Menggunakan kekerasan dalam mewujudkan keinginannya.
7. Menganggap semua yang bertentangan dengannya bersalah.
Sedangkan bentuk-bentuk radikalisme meliputi beberapa indikasi, diantaranya :
1. Intimidasi adalah merupakan sikap (Sejenis) menakut-nakuti orang lain khususnya terhadap pemeluk agama yang berbeda dengan sejumlah doktrin-doktrin maupun sikap-sikap yang menyebabkan ketidaknyamanan orang lain.
2. Labelisasi (Sesat, Musrik, Kafir) Salah satu contoh adalah kelompok islam radikal yang tidak segan-segan untuk melebelkan predikat tersebut terhadap kelompok islam lain, apalagi terhadap kelompok non-muslim mereka menganggap bahwa pemahaman selain mereka telah menyimpang dari ajaran islam.
3. Pelarangan Ibadah.
4. Perusakan Rumah Ibadah.
5. Bom Bunuh Diri (Terorisme).
Adapun beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab paham radikalisme :
1. Kurangnya pemahaman tentang agama.
2. Rendahnya tingkat Pendidikan dan lapangan pekerjaan.
3. Kurangnya Dialog antar ummat beragama.
4. Lemahnya Pemahaman ideologi Pancasila.
5. Kesenjangan Ekonomi.
Lingkungan dapat membentuk pencegahan radikalisme seperti misalnya :
1. Memperkenalkan diri dan memahamkan kepada masyarakat mengenai bahaya paham radikalisme terhadap keamanan dan keutuhan negara.
2. Para ulama dan tokoh agama membantu masyarakat menyaring.
3. Pandangan yang sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia yakni pancasila dan menghalau paham-paham yang bersinggungan dengan dasar negara.
4. Menerima dan mengakui perbedaan sebagai dasar dalam memahami realitas sosial dimasyarakat.
5. Mengedepankan dialog atau komunikasi dalam menyikapi setiap perbedaan yang ada ditengah masyarakat.
6. Saling menjaga keharmonisan sosial dan kerukunan antar umat beragama.
7. Mengedepankan kepentingan dan ketertiban umum serta persatuan dalam menyampaikan aspirasi dan menjalani kehidupan bermasyarakat.
8. Mengawasi media yang menjadi sarana penyebaran paham radikalisme.
9. Berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI.
10. Memahami kandungan yang terkandung dalam 4 pilar Kebangsaan.
Melalui sambungan salularnya, Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro menambahkan bahwa intinya didalam bermasyarakat harus mengedapankan sikap saling sapa dan asuh serta peduli.
“Prinsipnya, masyarakat harus saling asuh dan bertegur sapa dengan lingkungan sekitar. Saling peduli dan saling silaturakhmi, tingkatkan kegiatan gotong royong dan siskampling. Karena itu semua dapat menjadi sarana antar warga untuk saling berinteraksi, sehingga ketika ada hal yang mencurigakan segera teridentifikasi oleh warga sendiri yang kemudian dilanjutkan menginformasikan kepada kepolisian,” tegas dia.
Untuk diketahui,persoalan radikalisme tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi. Namun, harus dengan cara bersama-sama dan melibatkan banyak pihak apakah itu lembaga non pemerintahan seperti keagamaan, pemerintah daerah dan TNI serta Polri yang dilakukan secara berkelanjutan.
Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *