PESAWARAN-(PeNa), Polres Pesawaran akan meningkatkan intensitas penanganan pembalakan liar atau Illegal Logging. Demikian dikemukakan Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro diruang kerjanya, Senin (18/02).
Menurutnya, bencana banjir yang hampir mengepung wilayah Kabupaten Pesawaran dimungkinkan tidak maksimalnya hutan dalam menyerap air hujan yang turun sekarang ini, juga intensitas hujan yang cukup deras dengan durasi lumayan lama.
“Kita sama-sama lihat, banjir bandang dimana-mana, sedikitnya sembilan kecamatan di Kabupaten Pesawaran terkena dampak banjir tersebut. Ini lebih dimungkinkan tidak terserapnya air hujan oleh hutan kita, ” kata Popon.
Hutan tidak lagi berfungsi, karena banyak pohon besar yang sudah ditebang oleh pelaku illegal logging. Menyikapi hal tersebut, AKBP Popon Ardianto Sunggoro akan melakukan langkah penindakan yang lebih intensif dengan menggandeng beberapa instansi terkait dan masyarakat hutan.
“Untuk kasus pembalakan liar ini, saya akan serius dan tanpa tedeng aling-aling, siapapun akan kita tindak. Saya akan berkoordinasi dengan para Gapoktan disekitar kawasan register untuk mendapatkan informasi dan mencari cara untuk memberantas aksi pembalakan liar ini,” kata dia.
Ditegaskan, pihaknya sejauh ini terus melakukan pemantauan terhadap aksi pembalakan liar tersebut. “Saya sudah pernah naik keatas (kawasan register 19) untuk melihat langsung disana, bahkan, beberapa waktu lalu, anggota saya pernah akan melakukan penangkapan tapi memang yang ada hanya barang bukti kayunya saja, sedangkan kita butuh para pelakunya untuk mengetahui siapa sebenarnya dibelakang para pelaku pembalakan liar ini,” tegas dia.
Nantinya, masyarakat hutan yang tergabung dengan gabungan kelompok tani hutan (gapoktan), Dinas Kehutanan Provinsi, Pemda Pesawaran dan Instansi lain akan dilibatkan guna penanganan kasus tersebut. Sehingga, kedepan tidak ada lagi illegal logging dan menghimbau untuk kembali menanam tanaman keras dilokasi spot catment area dihutan tersebut. PeNa-spt.






