BANDARLAMPUNG (PeNa) – Stockpile batubara PT. Global Mahardika Logistik (GML) dikeluhkan warga Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, Pasalnya lokasi stockpile batubara ini menimbulkan polusi debu dan mengancam kesehatan warga.
Salah satu warga, Yusuf mengeluhkan debu batubara tersebut yang selalu mengotori bagian dalam dan halaman rumah setiap hari.
“Tiap hari harus disemprot pakai air biar debu-debu (batu bara) itu hilang,” ujarnya.
Yusuf khawatir polusi debu tersebut akan berdampak bagi kesehatan, makanya warga setempat selalu pakai masker jika beraktifitas ke luar rumah.
Mewakili warga lainnya, ia berharap pemerintah turun tangan dan menindak tegas stockpile batubara yang mengancam kesehatan warga setempat.
Selain itu terdapat juga 18 warga lainnya yang telah mendeklarasikan penolakan operasi stockpile batubara yang baru berjalan sekitar 1 bulan tersebut.
“19 warga sudah tanda tangan keberatan kehadiran stockpile batu bara itu, karena kesehatan sama rumah kami taruhannya,” ucapnya.
Warga lainnya dan pemilik warung makan di sekitar lokasi, Sugeng mengaku penjualannya menurun drastis setelah stockpile tersebut didirikan atau sejak sebulan lalu.
Pasalnya warungnya menjadi kotor dan berdebu akibat polusi stockpile batubara tersebut sehingga tak ada yang mau membeli dagangannya.
“Gak ada yang mau makan karena debu. Kalau tidak percaya taruh aja air minum, diamkan satu jam pasti langsung ada debu hitam,” keluhnya.
Ia pun berharap pemerintah turun tangan dan dapat memberikan solusi akan dampak polusi debu batubara tersebut.
“Warga udah pada resah akan kehadiran stockpile itu. Jadi saya minta solusi yang baik lah dari pemerintah,” ucapnya.
Terpisah, Kadis DLH Bandar Lampung, Budiman P Mega mengaku belum mendapatkan laporan dari warga terkait keluhan tersebut.
“Kalau mereka sudah memiliki izin nanti kami menentukan bagaimana solusinya, itu langkah-langkah kami,” imbuhnya.






