Bandar Lampung (PeNa)-Kehadiran Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo sekaligus mempresentasikan potensi dan peluang investasi Bumi Rua Jurai pada Konferensi tahunan Asia Competitiveness Institute (ACI), Lee Kuan Yew School of Public Policy, di National University of Singapore (NUS) Singapura,Jumat (24/11), dengan otomatis mematahkan rumor yang berkembang jika Ketua Partai Demokrat itu melakukan pertemuan dengan salah satu petinggi perusahaan gula PT.Sugar Group companies (SGC).
Bahkan agar lebih berkonsentrasi, Suami Yustin Ficardo itu sengaja melupakan sejenak agenda politk menjelang Pilgub 2018 mendatang.
“Tidak ada itu. Tidak ada agenda pertemuan ataupun membahas terkait Pilgub Lampung. Kehadiran saya disini untuk kemajuan Lampung yang lebih baik lagi,” tegasnya melaui pesan WhatsApp, Jumat (24/11)

Untuk diketahui, Gubernur Ridho merupakan satu dari enam gubernur di Indonesia yang mendapat kesempatan terhormat berbicara di depan utusan dari berbagai negara itu dalam rangka konfrensi tahunan di University of Singapore (NUS).
Acara tersebut juga terkait pengkajian daya saing Asia Competitiveness Institute (ACI) National University of Singapore (NUS) kembali menaikkan daya saing Lampung dari posisi ke-14 ke 11 Nasional. Dari beberapa indikator yang diteliti, tren daya saing Lampung terus naik sejak 2015 dari posisi 25.
Atas hasil presentasi itu, dua gubernur dari Indonesia tampil pada sesi khusus pada Jumat (24/11), di Lee Kwan Yew School of Public Policy, NUS, yakni Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo. Keduanya didapuk berbicara pada seminar bertema ‘Menilai daya saing 34 provinsi di Indonesia’.






