BANDARLAMPUNG – Konferensi tahunan Asia Competitiveness Institute (ACI), Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS) menjadi kancah Gubernur Ridho Ficardo mempromosikan potensi Provinsi Lampung. Selain itu hasil dari kajian Universitas terbaik peringkat 13 dunia tersebut dengan otomatis akan menunjukkan trend positif terhadap iklim investasi di Bumi Rua Jurai.
Bahkan Ketua DPD Demokrat Lampung itu,sengaja meluangkan waktu beberapa hari sebelum keberangkatan ke Singapura guna mempersiapkan presentasi mengenai potensi,tata keloala pemerintahan serta peluang investasi di Bumi Rua Jurai.
Mengingat pada tahun 2016 lalu Lampung mencapai peringkat ke 14 se-Indonesia dalam daya saing ekonomi makro, yang tahun sebelumnya hanya di urutan 25.
Ibarat Pepatah Hasil Tak Pernah Mengkhianati Usaha, concern dan fokus Gubenru Ridho dalam menghadapi konferensi tahunan itu, Lampung kembali menuai prestasi dengan kenaikan peringkat 11 dalam daya saing ekonomi tingkat Nasional.
“Sebelum datang ke Singapura, saya mempersiapkan presentasi dengan baik dan penuh konsentrasi.”jelas Ridho melaui pesan WhatsApp, Jumat (24/11).
Bahkan hiruk pikuk ranah abu-abu terkait agenda Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang yang notabene sebagai petahana, justru dikesampingkan guna persiapan konferensi tersebut.
Bahkan saya kesampingkan sementara agenda agenda politik pilgub,” tegasnya.
Raihan prestasi itu,sambung Ridho sangat berpengaruh positif terhadap iklim investasi dengan alasan hasil dari kajian Universitas tersebut dengan otomatis menjadi data awal bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Lampung.
“Ini merupakan suatu prestise tersendiri bagi Lampung, dimana forum ini akan mempunyai dampak positif untuk pembangunan di Bumi Ruwa Jurai,” tandasnya.(Bung)






