Pupuk Kompos Mahasiswa KKN Unila: Langkah Awal Desa Ramah Lingkungan

LAMPUNG SELATAN – (PeNa), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Lampung (Unila) telah sukses menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk kompos di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan pada Rabu, (7/2/2024) lalu.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung keberlanjutan pertanian di tingkat rumah tangga, dengan melibatkan ibu-ibu dalam upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas tanah pertanian.

Bacaan Lainnya

Dalam sesi tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mendalam kepada ibu-ibu rumah tangga tentang pentingnya mengolah sampah organik, seperti kotoran sapi dan daun pisang kering, menjadi pupuk kompos.

Pendekatan ini dilakukan melalui presentasi, demonstrasi, dan praktik langsung, yang diharapkan dapat merangsang partisipasi aktif para peserta.

Abdan, koordinator kegiatan,  menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal membuat kompos, melainkan juga bagaiman menjaga kesehatan tanah.

“inisiatif ini tidak hanya berfokus pada teknik pembuatan pupuk kompos, melainkan juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran ibu-ibu dalam menjaga lingkungan dan kesehatan tanah pertanian”. ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan informasi tentang manfaat pupuk kompos dalam pertumbuhan tanaman, kesuburan tanah, dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berpotensi merusak lingkungan.

“Peserta aktif terlibat dalam kegiatan, bertanya, dan berdiskusi mengenai teknik pembuatan pupuk kompos serta penerapannya dalam pertanian skala kecil” ujar Abdan.

Diharapkan melalui kegiatan ini, ibu-ibu rumah tangga dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan praktik pertanian ramah lingkungan dan mengajarkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak mereka.

Sementara itu Kepala Desa Rejomulyo, Tushandoro mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Desa Rejomulyo Dusun 2 atas kontribusinya dalam memberikan ilmu kepada ibu-ibu di desa tersebut.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran lingkungan dan memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat” ujarnya.

Kolaborasi antara kedua belah pihak diharapkan dapat terus berlanjut, menciptakan desa yang lebih ramah lingkungan untuk masa depan yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *