Pupuk Rimbun Nan Hijau Menjawab Kebutuhan Petani Cerdas

LAMPUNG TENGAH-(PeNa), Sulitnya para petani mendapatkan pupuk guna memenuhi kebutuhan tanaman yang ditanamnya menjadi persoalan klasik, bahkan pemerintahpun belum mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, PT. Rimbun Nan Hijau selaku produsen pupuk menjawab keluhan petani yang mau berfikir ekonomis dan cerdas dalam meningkatkan hasil produksi lahan pertanian yang digarapnya. Guna mengakomodir langsung masukan dan saran dari para petani mengenai kebutuhan pupuk, PT. Rimbun Nan Hijau melakukan tour of duty bersama dengan para petani di Provinsi Lampung.

“Ya, kami sengaja berkeliling untuk melihat pupuk seperti apa yang dibutuhkan oleh petani, sehingga semua masukan dan saran dari petani akan kami gunakan sebagai bahan proyeksi produksi kami kedepannya,” kata  Ahmad Effendy Noor selaku Chief Executive Officer (CEO) PT. Rimbun Nan Hijau saat bersilaturakhim dengan sejumlah petani Lampung di Bandarjaya, Lampung Tengah, Rabu (30/11/2022).

PT. Rimbun Nan Hijau pertama kali memproduksi pupuk pada tahun 2020 lalu yakni pada saat pandemi corona, karenanya produsen pupuk tersebut terus  mendedikasikan dan memformulasikan diri untuk mendukung Pemerintah dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan, dimana sebelumnya tidak sedikit petani yang kelimpungan karena fertilizer (pupuk), khususnya dalam mendapatkan pupuk murah dengan kualitas yang bagus.

“Saat ini kita memiliki 15 pabrik yang tersebar di pulau jawa, dengan estimasi satu pabrik bisa memproduksi 15 ton per hari, sehingga total produksi kita dalam sehari bisa mencapai 225 ton perhari, untuk memenuhi pendistribusian kita di seluruh Indonesia seperti di Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, Papua, Jawa dan Sumatera,” ujar dia

Effendy juga menjelaskan jika produk pupuk PT. Rimbun Nan Hijau sejauh ini bisa meningkatkan hasil produksi petani. Pupuk yang diproduksi tersebut adalah Pupuk NPK Burung Kenari dengan kandungan Unsur N: 14%, P2O5: 15%, K2O: 16%. Lalu, Pupuk nKCL dengan kandungan unsur Kalium (K2O) : 6.56%, Nitrogen : 7.38%, Kadar Air : 1.76%. Dan, pupuk Troya Fertilizer Super Phospate (SP) dengan kandungan unsur P2O5 (Fosfat) : 3.6%, S (Sulfur) : 5.0%. Kemudian pupuk Mutiara Gold 16-16-16 dengan kandungan N (Nitrogen) MgO, P2O5 (Phospate) CaO, K2O (Kalium) Fe, S (sulfur) SiO2 dan NPK Sawit.

“Target sasaran kita ini multi dan kompleks mulai dari sawit kemudian pertanian hortikultura secara umum baik padi, kacang, buah dan sayur itu kita bisa, dan melihat dari beberapa yang sudah ada itu ada peningkatan produksi 5 hingga 10 persen dari yang sebelumnya, untuk sawit bisa lebih tinggi hingga 15 persen,” tutur dia.

Upaya inovasi PT Rimbun Nan Hijau tersebut sekaligus mempartisipasikan diri kepada negara pasca digelarnya  KTT G20 yang diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022 yang lalu. Dimana, Indonesia dipercaya sebagai negara yang bertanggungjawab soal ketahanan pangan ditingkat dunia kedepan.

Krisis pangan global memang menjadi salah satu perhatian negara-negara anggota G20. Secara khusus, para menteri keuangan dan menteri pertanian G20 sudah bertemu di ajang Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting (JFAMM) yang digelar pada 11 Oktober 2022  lalu di Washinton DC.

JFAMM sendiri adalah kolaborasi negara G20 di jalur keuangan dan jalur sherpa. Kolaborasi ini ditujukan untuk membahas perkembangan global terkini. Salah satunya kerawanan pangan global.

Pertemuan JFAM membahas empat poin.  Pertama, membangun upaya anggota G20 untuk mengatasi kerawanan pangan dan gizi.
Kedua, mendukung secara politis bagi pemetaan, penyusunan kerangka acuan dan tindakan konkrit yang akan diambil untuk mengatasi kerawanan pangan

Persoalan lonjakan harga pupuk ini menjadi concern hampir seluruh negara yang terlibat dalam pertemuan tersebut. Antara lain Amerika Serikat, China, India, Kanada.
Pembahasan juga melibatkan lembaga internasional lainnya, seperti World Bank Group, Food and Agriculture Organization (FAO), International Monetary Fund  (IMF), dan World Trade Organization (WTO) .

Melengkapinya, Manager Area Sumatera Ari Wibowo mengatakan bahwa kebutuhan para petani akan pupuk guna memenuhi kebutuhan tanaman yang ditanamnya sangat tinggi dan sulit didapat.

“Banyak petani ketika membutuhkan pupuk untuk tanamannya mengaku kesulitan, nah PT Rimbun Nan Hijau memenuhi kebutuhan tersebut. Pupuk yang diproduksinya sangat terjangkau dan dapat mengurai unsur tanah kembali subur dengan PH diatas 7,” kata dia.

Menanggapinya, Selamet salah satu Ketua Kelompok Tani di Desa Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah mengatakan bahwa setelah menggunakan pupuk Rimbun Nan Hijau, tanaman jagungnya hasilny meningkat hingga 10% lebih. Tanahnya pun kembali subur dan terurai dari dampak pupuk kimia lainnya yang sebelumny digunakan.

“Pupuk Hijau Nan Rimbun saya gunakan untuk memupuk jagung dan timun, alkhamdulillah untuk jagung sekitar 10%an naik hasilnya. Dan, timun selain buahnya bagus juga banyak peningkatan. Setiap hari saya memanennya, ” kata dia.

Apa yang dikemukakan Selamet, menurutnya bukanlah promosi produk pupuk namun lebih dari fakta apa yang dilakukannya selama bercocok tanam dilahan yang dimilikinya.

“Saya ini juga PPL jadi setiap hari ketemunya ya dengan petani, mereka yang telah menggunakan pupuk Rimbun Nan Hijau pun sama, bukan kok membagus baguskan pupuk ini tapi memang kenyataannya begitu, ” tegas dia.

Kegiatan temu silaturakhim tersebut dilanjutkan dengan melihat langsung tanaman yang menggunakan pupuk Rimbun Nan Hijau dibeberapa lahan milik para petani. Testimoni yang dikemukakan petani tersebut ternyata sesuai dengan apa yang ditanam dilahan mereka.

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.