Kristomei Sianturi Rangkul Mahasiswa, Soroti Hoaks hingga HAM

BANDARLAMPUNG – (PeNa), Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi tampil dengan pendekatan humanis saat menghadapi aksi mahasiswa di depan DPRD Lampung. Di tengah massa Aliansi Lampung Melawan, ia menghentikan dialog sejenak ketika adzan Dzuhur berkumandang.

Sikap itu langsung mencuri perhatian peserta aksi. Suasana yang semula riuh mendadak hening sebagai bentuk penghormatan terhadap panggilan salat.

Bacaan Lainnya

Dalam dialog tersebut, Kristomei menanggapi tuntutan mahasiswa terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Ia memastikan aspirasi mahasiswa akan diteruskan ke Panglima TNI agar penanganan kasus berjalan tuntas dan transparan.

“Setiap proses hukum memerlukan waktu dan harus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Kristomei di hadapan massa aksi.

Mantan Kapuspen TNI itu juga memuji mahasiswa Lampung yang dinilainya mampu menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.

“Saya bangga mahasiswa Lampung menunjukkan kualitas intelektual dengan menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai,” ujarnya.

Ajak Mahasiswa Kritis dan Anti Hoaks

Pendekatan persuasif Kristomei berlanjut saat berdiskusi dengan mahasiswa Universitas Bandar Lampung di Makodam XXI/Radin Inten.

Ia menilai generasi muda harus memiliki karakter kuat dan tetap berpijak pada nilai Pancasila di tengah derasnya tantangan global dan arus informasi digital.

“Generasi muda harus mampu berpikir kritis di tengah tantangan global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan cinta tanah air,” tegas lulusan Akmil 1997 tersebut.

Dalam diskusi itu, mahasiswa dan jajaran Kodam membahas berbagai isu mulai dari hak asasi manusia, penyaringan hoaks di media sosial, hingga penguatan ekonomi desa berbasis koperasi.

Di bawah kepemimpinannya, Kodam XXI/Radin Inten juga mengusung program “Kolaborasi Untuk Negeri” melalui forum Radin Inten Menyapa yang melibatkan BEM dan insan media di Lampung.

Kristomei menyebut komunikasi dua arah antara masyarakat dan TNI harus terus dibuka. Seluruh aspirasi yang masuk, kata dia, telah diteruskan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Selain memperkuat komunikasi publik, Kodam XXI/Radin Inten juga menjalankan sejumlah program seperti TMMD, pembangunan jembatan, sumur bor, ketahanan pangan hingga program makan bergizi gratis.

Sebagai putra daerah Lampung, Kristomei turut menghadirkan Centurion 21 sebagai kanal komunikasi langsung masyarakat dengan jajaran TNI di wilayahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *