BANDARLAMPUNG(PeNa) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) Bambang Suryadi menyebut saat ini Pancasila sebagai Ideologi Negara masuk dalam kategori was-was.
Anggita Komisi V DPRRI ini mengatakan kegaduhan yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia, akibat dari kelompok-kelompok radikal anti dengan pancasila.
“Saat ini, pancasila sebagai ideologi negara, mulai dibenturkan dengan isu agama oleh kelompok radikal yang mulai berkembang di Indonesia. Masuk dalam kategori was-was,” kata Legislator dapil Lampung II ini, usai memberikan Kuliah umum di Universitas Tulang Bawang (UTB), Sabtu (7/12/2019).
Menurutnya, negara perlu mengambil sikap terus membumikan pancasila di masyarakat. Sosialisasi empat pilar, dan kuliah umum di kampus-kampus harus rutin digalakkan.
“Terpenting adalah, bagaimana peran masyarakat secara bersama-sama menyadari dan mengimplementasikan pentingnya pancasila insyallah Indonesia akan guyup, rukun dan tidak ada benturan-benturan, sehingga kelompok-kelompok radikal dengan mudah teratasi,” kata dia.
Menurutnya, kelompok radikal yang anti dengan Pancasila sebagai dasar dan Ideologi negara berkembang pesat di kalangan mahasiswa. Kampus memiliki peran penting untuk melakukan pembinaan kepada kelompok mahasiswa, atau pembinaan terhadap BEM.
“Kuliah umum di UTB ini, sebagai salah saru bentuk untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pancasila untuk idiologi negara NKRI. Sebab mahasiswa ini merupakan calon penerus bangsa,” kata dia.
Menurut menurut pria klahiran Belitar, 51 tahun silam ini menyebut, di Indonesia terdapat berbagai macam suku bangsa, adat istiadat hingga berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Dengan kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di Indonesia.
“Karena itu dipilihlah Pancasila sebagai dasar negara. Karena pancasila mampu mengayomi berbagai keragaman di Indonesia. Guyup dan rukun,” kata dia.






