BANDARLAMPUNG – Disaat bakal calon lain melakukan Road Show ke pengurus PWI kabupaten/kota. Bakal Calon Ketua PWI Herman Batin, justru berkunjung dan mengajak dialog komunitas wartawan di Pemprov Lampung.
Meskipun sebagian besar anggota komunitas wartawan pemprov Lampung atau biasa disebut Ikatan Wartawan Provinsi (IJP), ini bukan pengurus maupun pemilik suara dalam pemilihan Ketua PWI. Dirinya justru tertarik untuk mengajak dialog dan meminta dukungan serta suport para waratawan tersebut.
Dia menyebutkan, meskipun Anggota IJP yang hadir dalam forum dialog tersebut bukan merupakan anggota terdaftar PWI. Namun dirinya tak mempermasalahkan hal itu. Baginya dukungan dan doa wartawan yang biasa pos di provinsi adalah sebuah spirit tersendiri.
Bahkan hal ini sudah dilakuknya sejak lama. Jauh sebelum niatan untuk mencalonkam diri sebagai bakal calon ketua PWI.
“Bagi saya mengenal teman-teman wartawan bukan bukan liat medianya, namun melihat sebagai rekan se-profesinya. Meskipun tidak dalam satu wadah organisasi,” kata pimum lampung.poskota.co.id, Jumat (12/11).
Disana banyak keluhan rekan-rekan wartawan yang liputan di Provinsi Lampung, didengar Pak Ho, Sapaan akrab mantan pimred rmollampung.co.id ini.
Salah satu keluhan wartawan disana, adanya dugaan intervensi dari penguasa saat wartawan melakukan kerja jurnalitik. Dugaan intervensi sendiri biasanya terjadi saat wartawan membuat berita yang keritisi kebijakan penguasa.
Dia pun mengaku, hal ini menjadi dasar dirinya memnatabkan diri untuk mencalonkan diri sebagai ketua PWI, dengan mengusung tagline merawat marwah wartawan.
“Disinilah marwah wartawan harus dirawat. Sebagai organisasi tertua dan terbesar yang menaungi wartawan, PWI harus memberikan untuk memberikan pencerahan kepada eksternal, terutama pada lebaga-lembaga yang melakukan kerjasama dengan media. Sehingga kedepan tidak ada lagi pengusaha atau lembaga lain melakukan intervensi terhadap kerja wartawan,” kata dia.
Dia pun menjelaskan menjaga marwah tidak berati bermusuhan dengan penguasa. Justru sebaliknya harus bersahabat. Sifatnya harus sejajar.
PWI sebagai Lembaga harus menjelaskan, profesi jurnalis sebagai sosial kontrol keoada para instansi-instansi atau penguasa.
“Berteman itu perlu, untuk menjelaskan kerja wartawan, sehingga intervensi terhadap waratawan tidak terjadi lagi. Artinya, berteman itu bukan sebagai bemper pemerintah, kemudian melakukan intervensi terhadap wartawan yang melakukan tugasnya sebagai kontrol sosial,” tegas dia.
Dia juga mengaku siap menjalankan profesi jurnalis sesuai dengan koridor apabila ia dipercaya pimpin PWI Lampung.
“Saya akan toleran dan demokratis dalam menyikapi dan memutuskan segala sesuatunya. Saya berharap PWI yang akan datang semakin tegak melangkah dengan martabatnya,” kata dia
Perlu diketahui, saat ini, ada empat bakal calon yakni Nizwar, Wirahadikusuma, Juniardi, dan yang teranyar Herman Batin Mangku bakal bersaing menggantikan Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian, yang habis masa jabatanya






