Satlantas Pesawaran Akan Kejar Pelaku Tabrak Lari Yang Menewaskan Pelajar

P E S A W A R A N -(PeNa), Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pesawaran Polda Lampung akan terus kejar terduga pelaku tabrak lari di Jalan A. Yani Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Minggu (27/04/2025) yang menewaskan pelajar berinisial ARF (16), warga Desa Bogorejo.

 

Mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho, Kasat Lantas Polres Pesawaran IPTU Olivia Jeniar Chaniago  menegaskan bahwa Polri melalui Satlantas akan terus berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

 

“Selain itu, Polri juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan dalam berkendara, serta meningkatkan kewaspadaan guna menghindari kecelakaan,” kata dia,Senin (28/04/2025).

 

Katanya, kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam penanganan kecelakaan ini adalah bagian dari implementasi Polri Presisi, yang mengedepankan pelayanan prima, responsif, dan transparan guna menciptakan rasa keadilan serta keamanan bagi seluruh masyarakat.

 

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” tutur Olivia.

 

Untuk diketahui, kecelakaan lalu lintas yang dimaksud melibatkan sepeda motor Honda Astrea tanpa nomor polisi yang dikendarai oleh seorang pelajar dengan kendaraan lain yang belum diketahui jenis dan identitas lengkapnya karena melarikan diri dari lokasi kejadian.

 

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan awal, peristiwa bermula saat sepeda motor Honda Astrea yang dikendarai oleh inisial ARF (16), warga Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, melaju dari arah Bandar Lampung menuju Gedong Tataan.

 

Sesampainya di TKP, korban berusaha mendahului kendaraan di depannya dengan mengambil jalur lawan arah. Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan datang kendaraan lain sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas.

 

Akibat dari insiden tersebut, pengendara Honda Astrea mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, kendaraan lain yang terlibat dalam insiden tersebut melarikan diri, dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh pihak kepolisian.

 

Menanggapinya, Erland Syofandi salah satu Tokoh Masyarakat Bumi Andan Jejama mengatakan bahwa Polisi memang harus bisa mengungkap kasus pada kecelakaan lalulintas pada kemarin Minggu (27/04/2025) sore yang menewaskan pelajar.

 

“Kami sangat berharap Polisi dapat mengungkap kasus lakalantas tersebut, kejar sampai dapat terduga pelaku tabrak larinya. Ini juga pelajaran buat saudara saudara kita,terutama anak anak muda yang suka kebut kebutan di jalan raya, jangan sampai terulang kembali. Kalau mau kebut kebutan,silahkan ikut balapan di sirkuit yang kerap digelar,jangan dijalan raya,sangat mengganggu pengendara yang lainnya,” kata dia.

Bahkan, Erland juga menghimbau kepada terduga pelaku tabrak lari yang dimaksud untuk dapat segera menyerahkan diri sehingga lebih cepat dan mempermudah proses hukumnya oleh pihak kepolisian.

“Terduga pelaku tabrak lari ini belum tentu bersalah,meski salah satu pihaknya meninggal dunia. Makanya lebih baik menyerahkan diri agar tenang dan cepat selesai kasusnya, saya yakin pasti mereka tidak tenang dan selalu dihantui perasaan bersalah,” tegas dia.

 

oleh: Sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *