P E S A W A R A N – (PeNa), Sedikitnya 10 hewan qurban telah disiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran pada Idul Adha 1444Hijriyah yang rencananya jatuh pada 29 Juni 2023 mendatang.
Hewan qurban yang dimaksud adalah 6 ekor sapi dan 4 ekor kambing dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat yang direncanakan akan disembelih disejumlah titik di wilayah Bumi Andan Jejama.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Kabag Kesra Setdakab Pesawaran Iwan Chandra Gautama mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang diberikan ke setiap dinas, agar yang ingin melakukan qurban pada tahun ini dapat menghubungi pihaknya guna didata.
“Jadi kalau sampai hari ini, berdasarkan data kita baru terdapat enam ekor sapi kemudian untuk kambing terdapat empat ekor, kemungkinan kedepannya akan bertambah,” kata dia, Senin (19/06/2023).
Menurutnya, untuk penyembelihan hewan qurban yang dimaksud pihaknya telah menentukan beberapa titik di 11 Kecamatan yang diantaranya adalah di Islamic Center Pesawaran yakni di Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan.
“Kita juga nantinya akan membuat tim panitia terkait untuk pembagian hewan Qurban tersebut, mereka bertanggung jawab untuk mencari masyarakat yang berhak menerima, baru nanti dilaporkan kepada kami,” ujar dia.
Kegiatan penyembelihan hewan qurban telah berlangsung setiap Idul Adha oleh Pemda Kabupaten Pesawaran. Hal tersebut dilakukan untuk lebih meningkatkan rasa berbagi dan kebersamaan untuk merasakan hari raya Idul Adha secara bersama-sama.
“Diharapkan dengan adanya pemotongan ini, masyarakat kita dapat merasakan perayaan Idul Adha, maka dari itu kita meminta kepada dinas yang ingin berqurban untuk menghubungi kami, sehingga semakin banyak titik pemotongan yang ada di Pesawaran ini,” kata dia.
Kemudian,terkait kesehatan hewan qurban yang akan disembelih pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Pesawaran. Ia juga memastikan bahwa hewan qurban yang akan disembelih terbebas dari penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang biasa disebut dengan penyakit kulit Lato-lato.
“Hewan yang kita qurbankan ini kita pastikan terbebas dari penyakit kulit infeksius atau lato lato karena nantinya akan dicek kelayakannya oleh tim medis kesehatan hewan, sehingga sapi yang kita qurban ini layak untuk di sembelih dan aman dikonsumsi oleh masyarakat,” tegas dia.
Menanggapinya, Rokhmat salah satu warga yang sering menerima bingkisan daging qurban mengaku tidak khawatir dengan adanya penyakit LSD pada hewan ternak seperti yang sedang marak menjangkit.
“Saya yakin kepada petugas kesehatan hewan, karena salah satu syarat hewan qurban yang akan disembelih itu ya harus sehat dan terbebas dari semua penyakit,” kata dia.
Oleh : Sapto firmansis





