Semakin Menjadi Aksi Tolak Kacung Kooporasi

Tulang Bawang (PeNa)-Gelombang  penolakan untuk tidak memillih Pasangan Calon (Paslon) Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 27 Juni mendatang terus mengemuka, dugaan penyerobotan lahan oleh PT SGC  pada hak ulayat masyarakat Gedung Meneng dan Dente Teladas ditenggarai menjadi pemicu arus penolakan Paslon nomor tiga, pasalnya kuat dugaan Vice President SGC, Lee Purwanti sebagai pemodal dalam pencalonan di Pilgub Lampung.

“ Kami juga merasa perihatin dengan penderitaan yang di alami saudara kami di Dente teladas dan Gedung Meneng, langkah mereka untuk menolak Cagub yang diduga boneka SGC sangat tepat. Kamipun merasa terusik dengan hak ulayat yang masuk dalam HGU SGC. Jika kami menentukan pilihan ke calon yang ternyata boneka perusahaan itu sama saja kami mengkhianati hubungan kekerabatan yang telah terjalin jauh sebelum masuknya SGC,”tegas  tokoh masyarakat  Kampung Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala, Usman Rajo Sebuai, Senin (11/6).

Disinggung aksi penolakan terhadap Paslon Arinal-Nunik karena intervensi pihak-pihak tertentu, pensiunan PNS Pemkab Tuba  ini membantah.Menurutnya hal yang wajar  jika terdapat kerabat mereka tengah mengalami musibah otomatis muncul simpati dan dukungan.

“ Falsafah orang lampung itu ada yang namanya Nengah Nyapur yang kurag lebih pemahamnnya memupuk rasa kekeluargaan dan tenggang rasa juga  ada Sakai Sambayan yang pada hakekatnya menunjukkan rasa partisipasi serta solidaritas yang tinggi. Jadi tidak ada intervensi atau pengaruh pihak manapun, wajar dong kami ikut bersipati atas penderitaan saudara kami di Dente dan Gedung Menang, baik itu warga pribumi atau saudara kami dari warga pendatang, tak ada beda semua saudara,”urainya.

Dikatakannya, jika warga kampung Ujung Gunung Ilir memilih Arinal-Nunik pada Pilgub 27 Juni mendatang, dapat dipastikan akan melukai warga Dua kecamatan tersebut. Mereka akan tetap memilih sesuai dengan hati nurani namun sepakat menolak memilih Boneka SGC.

“ Saya dan warga Kampung tetap menggunakan hak kami sebagai warga Negara yang baik, kami  tidak akan golput, keputusan sudah bulat kami tidak mau melukai hubungan kekerabatan yang sudah terjalin sejak dahulu, terserah warga kampung menjatuhkan pilihan kepada siapa asal jangan calon yang didukung perusahan yang diduga  telah merampas hak ulayat saudara kami,”kata Usman dengan logat Lampung yang kental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *