P E S A W A R A N -(PeNa), Selama tahun 2024, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran meraih sedikitnya 9 Penghargaan bergengsi. Demikian dikemukakan Bupati Dendi Ramadhona pada refleksi akhir tahun di Aula Pemkab Pesawaran, Senin (30/12/2024).
Penghargaan bergengsi yang berhasil diraih sepanjang 2024, di antaranya:
1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
2. Innovative Government Award (IGA) 2024 .
3. Penghargaan Anubhawa Sasana Desa tahun 2024.
4. Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2024.
5. Anugerahi Penghargaan Baznas Awards 2024.
6. Penghargaan Predikat Kepatuhan Publik.
7. Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Provinsi Lampung.
8. Terbaik 3 sebagai Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) di Provinsi Lampung.
9. Penghargaan Siger Stunting (Sinergitas Intervensi Gerakan Penurunan Stunting).
Katanya, Pemerintah Kabupaten Pesawaran sukses mencatatkan sejumlah capaian penting dalam bidang pembangunan baik dari sisi ekonomi, tata kelola pemerintahan, maupun berbagai penghargaan yang berhasil diraih.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pesawaran terus menunjukkan peningkatan pasca pandemi Covid-19. Sektor-sektor unggulan seperti pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran menjadi pendorong utama, dengan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III 2024 mencapai 5,09%,” terang dia.
Tak hanya itu, lanjutnya, pendapatan per kapita juga menunjukkan tren positif, meningkat hingga 40,90 juta rupiah per kapita per tahun pada 2023. Upaya pemerintah dalam menstimulasi perekonomian diharapkan terus mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Tingkat kemiskinan pun berhasil ditekan hingga 11,86% pada 2024, dengan penurunan terbesar di Provinsi Lampung sebesar 1,03%,” ujar dia.
Bupati juga menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pesawaran turut meningkat signifikan menjadi 70,24 dengan kategori “Tinggi,” mencerminkan kemajuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan daya beli yang dilihat dari pengeluaran rill masyarakat yang terus meningkat.
Tingkat pengangguran terbuka juga terus menunjukan penurunan sebesar 4,12% pada 2023, berkat pengembangan sektor wisata, industri, dan ekonomi.
Bupati Dendi menegaskan komitmennya dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan. Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Pesawaran pada 2024 mencapai 68,27, melampaui target RPJMD sebesar 67,50.
“Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) juga meningkat dari 40,41 pada 2019 menjadi 64,76 dengan predikat “B” pada 2024,” tutur dia.
Sementara Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menunjukkan peningkatan dari 2,98 pada 2023 menjadi 3,20 pada 2024, dengan mutu pelayanan yang terus membaik.
“Kabupaten Pesawaran juga berada di Zona Hijau dalam Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Ombudsman, dengan nilai 87,35,” tegas dia.
Menanggapinya, Arifin salah satu warga di Kecamatan Gedong Tataan mengatakan bahwa penghargaan yang telah diterima Pemda Kabupaten Pesawaran merupakan wujud nyata kepiawaian pemimpin dalam mengelola pemerintahan yang baik.
“Situasi ekonomi tidak baik-baik saja, dampak pandemi dan devisit pemerintah pusat sangat mempengaruhi daerah, namun Pak Bupati mampu menanganinya dengan baik sehingga seluruh persoalan yang ada ada solusinya, dan angka kemiskinan mampu ditekan dengan baik,” kata dia.
oleh: Sapto firmansis






