P E S A W A R A N – (PeNa), Soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pesawaran tahun 2024, sejumlah nama bakal calon kepala daerah (Bacalonkada) yang telah mengambil formulir pada penjaringan oleh partai politik (parpol) telah dinyatakan mundur.
Ketua penjaringan PDI-Perjuangan untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Nopi Juansyah mengatakan bahwa pihaknya telah mencatat dari delapan orang yang ikut mengambil formulir berkas pendaftaran penjaringan hanya empat orang yang mengembalikan berkas.
“Yang telah mengembalikan berkas itu Nanda Indira (Calon Bupati), Rispaili (Calon Bupati), Yusak (Calon Bupati) dan yang terakhir Antonius Muhammad Ali (Calon Bupati dan Wakil Bupati). Sementara yang tidak mengembalikan berkas A. Rico Julian, Paisaludin, Mukti Sholeh dan Hendra Septiawan,” kata dia,Rabu (29/05/2024).
Menurutnya,nama-nama yang tidak mengembalikan berkas untuk menjadi bakal calon kepala daerah atau bupati dan wakil bupati maka dianggap mengundurkan diri. Karena, nama yang telah mengambil berkas dan tidak mengembalikan maka secara otomatis tidak bisa mengikuti tahapan berikutnya.
“Dan saat ini kita sudah masuk tahapan pendalaman (Fit an Proper Test) di DPD PDI-Perjuangan Provinsi Lampung,” ujar dia.
Menanggapinya, salah satu nama yang tidak mengembalikan berkas pada penjaringan yang dimaksud adalah Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian. Namun demikian, ia mengaku akan terus mengikuti tahapan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pesawaran yang sedang dilakukan oleh sejumlah Partai Politik (Parpol).
Dan, munculnya nama Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Gerindra Antonius Muhammad Ali pada Uji kelayakan dan kepatutan atau Fit and Proper Test yang dilakukan DPD PDI-Perjuangan untuk Pilkada Pesawaran tahun 2024, menurutnya tidak akan mempengaruhi langkahnya.
“Ya tidak lah, kader Gerindra yang mau berjuang semuanya sama, justru dengan adanya Wasekjen (A. Muhammad Ali) ikut menambah semangat artinya banyak yang mau berjuang dan berarti ada kader potensial lain selain saya,” kata Rico melalui pesanĀ Whats Appnya.
Ia mengaku, saat ini dirinya terus melakukan sosialisasi sebagai bentuk persiapan kontestasi Pilkada Pesawaran.
“Sekarang masih sosialisasi lanjutan kita juga nanti lihat hasil survey, nanti DPD dan DPP yang menentukan langkah, saya sebagai ketua DPC ikut arahan tersebut,” ucap dia.
Terkait namanya yang diketahui tidak mengembalikan berkas pendaftaran penjaringan Pilkada yang dilakukan oleh PDI-Perjuangan, ia menuturkan hal itu sebagai strategi politiknya.
“Semua berkaitan dengan strategi kita, untuk saat ini Gerindra Pesawaran masih konsisten untuk merebut posisi Bupati Pesawaran. Per hari ini kita tetap Bupati,” ungkapnya.
Ditanya jika ada dinamika politik atau opsi hanya mendapatkan kursi Wakil Bupati Pesawaran untuk partai Gerindra, ia menerangkan siap ikut arahan partai.
“Saya serahkan semua keputusan ke DPD dan DPP, ” tegas dia.
Sikap tersebut mendapat reaksi dari salah satu tokoh masyarakat Bumi Andan Jejama Erland Syofandi yang mengatakan bahwa untuk menjadi Bupati Pesawaran tidak cukup mengandalkan perolehan suara banyak pada partai.
“Saya rasa tidak cukup dengan suara partai yang banyak, masyarakat sekarang sudah banyak yang melek bahwa calon Bupati mendatang harus memiliki banyak kriteria yang bisa menjadi pedoman masyarakat dalam menentukan pilihannya. Visi misi dan hal lainnya akan dipertimbangkan, agar nantinya masyarakat memiliki keyakinan mewujudkan bupati yang diharapkan,” kata Erland.
oleh: Sapto firmansis






