Sulam Jelujur Milik Pesawaran Dilounching, Karyanya Tembus Pasar Dunia

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Dihadiri Ketua Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran melounching Tenun Sulam Jelujur Lampung sebagai icon daerahnya di Taman Bumi Andan Jejama Komplek Perkantoran Pemda setempat, Senin (25/10/2021).

Pada kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran tersebut, Bupati Dendi Ramadhona mengatakan bahwa dengan cerita dan latar belakang transmigrasi Lampung 1905 terwujudlah Tenun Sulam Jelujur hingga mendapatkan kesempatan dan kerjasama pada tahun 2018 dengan pihak seniman dan Pemerintahan Negara Nederlands untuk menciptakan hasil karya dari Sulaman jelujur yang dipajang di Station Central Metrohal Nederlands dan Museum Textile Amsterdam.

Kemudian, lanjutnya, pada tahun 2019 Sulam Jelujur mendapatkan kesempatan untuk tampil pada acara Fashion Show dan Pameran di South Afrika-Afrika Selatan.

“Tentunya hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kami bahwa karya dari tangan para pengrajin di Kabupaten Pesawaran yang kaya akan adat istiadat dan budaya ini dapat hadir di event internasional. Harapannya agar sulam jelujur dan dan kain tapis dapat dikenal masyarakat internasional dan sebagai ajang promosi karya dari pengrajin ke masyarakat internasional,” kata dia.

Menurutnya, produknya juga bisa memasuki pasar internasional untuk meningkatkan ekonomi para pengrajin. Karenanya, kebanggaan tersebut harus menjadi cambuk agar terus meningkatkan kepedulian pada budaya dan selalu menjaga kebersamaan demi Pesawaran yang damai dan bersatu.

“Dalam rangka memacu pertumbuhan
ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus mendukung
dan terus berupaya mengembangkan ekonomi kreatif dengan memberi nilai tambah terhadap produk ekonomi
kreatif di wilayah Kabupaten Pesawaran,” ujar dia.

Melengkapinya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi mengatakan bahwa pihaknya akan memperkenalkan Sulam Jelujur, yang di sajikan dalam bentuk produk produk karya, produk unggulan hasil kolaborasi para pengrajin yang ada di Bumi Andan Jejama.

“Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk menggali suatu potensi masyarakat desa yang berada di Kabupaten Pesawaran dan melestarikan kekayaan wisata Lampung sebuah karya budaya dan sejarah pada tahun 1905, yang bersinerginya dengan hasil
kerajinan tangan Sulam Jelujur yang dihasilkan oleh tangan-tangan terampil para pengrajin Desa Sungai Langka,” kata dia.

Menurutnya, hal ini dapat menjadi sebuah langkah awal yang baik bagi Kabupaten Pesawaran untuk menggali potensi masyarakat desa, dengan nilai sejarah dan warisan budaya yang terdapat dalam kain tenun Pesawaran yaitu Sulam Jelujur Lampung

“Launching Tenun Pesawaran Sulam Jelujur Lampung ini akan memperkenalkan sulaman khas Kabupaten Pesawaran, yaitu Sulam Jelujur Pesawaran yang disajikan dalam bentuk produk-produk dan karya kreatif unggulan dari hasil kolaborasi karya para pelaku kreatif Sulam Jelujur yang dirangkum dalam kegiatan atau event seperti pameran dan fashion week Pesawaran 2021,” ujar dia.

Maksud dan tujuan diadakannya Launching Tenun Pesawaran Sulam Jelujur Lampung yaitu untuk mendorong kiprah para pelaku ekonomi kreatif, khususnya para pengrajin Sulam Jelujur sekaligus mempromosikan produk-produk ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan dan meningkatkan kemajuan penunjang ekonomi dari tangan-tangan pelaku ekonomi kreatif,” tutur dia.

Dukungan juga diberikan Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal yang menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia dalam bentuk kerajinan menyulam yang berada di Lampung yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, baik dalam ragam hias bentuk sulam maupun dari teknik menyulamnya.

“Salah satunya adalah Sulam Jelujur, yang merupakan warisan yang berasal dari transmigrasi pertama di Indonesia tahun 1905 di provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Pesawaran,” kata dia.

Kemudian, selain kualitas dan kreatifitas para pengrajin juga peran dan dukungan Pemerintah Daerah, stage holder dan masyarakat sangat dibutuhkan melalui regulasi, dukungan permodalan, pelatihan, penguasaan teknologi serta pemasaran yang berbasis digitalisasi.

“Diharapkan launching event tenun Pesawaran sulam jelujur Lampung ini bisa memberikan dampak ekonomi secara luas kepada masyarakat sekitar, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian daerah,” tegas dia.

Ditambahkan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kebangkitan nyata ekonomi kreatif Bumi Andan Jejama ditengah pandemi yang terus melandai.

“Kami terus berupaya mendorong dan memberikan akses serta fasilitas lainnya kepada pelaku usaha wisata desa agar masyarakat dapat lebih kratif dalam menggerakan perekonomian setelah hampir dua tahun stagnan akibat corona. Kedepan, akan bertambah geliat ekonomi rakyat dampak wisata yang mulai aktif, ” kata dia.

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *