JOGJA – Linmas menjadi unsur penting dalam kehidupan masyarakat, terutama ketika lingkungan membutuhkan penjagaan, pengamanan kegiatan, maupun bantuan menghadapi situasi tertentu yang membutuhkan kehadiran cepat.
Peran tersebut membuat Linmas kerap berada paling depan, menjalankan tugas tanpa banyak sorotan, meski dukungan fasilitas belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan mereka selama bertugas.
Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, S.E., menyoroti kondisi seragam Linmas yang dinilai sudah memprihatinkan dalam kesehariannya.
“Saya sangat prihatin karena Linmas itu seragam seperti mbah renggo, dikumbah, garing, dinggo maneh,” kata Susanto menggambarkan keadaan seragam yang mereka gunakan.
Ungkapan tersebut menggambarkan bagaimana seragam lama tetap digunakan setelah dicuci dan dikeringkan berulang kali, hingga kondisinya semakin lusuh dalam pemakaian sehari-hari.
Bagi Susanto, persoalan itu bukan semata mengenai pakaian, melainkan bentuk perhatian terhadap kelompok masyarakat yang selama ini menjalankan tanggung jawab sosial tanpa pamrih.
Sebagai bentuk dukungan awal, Susanto memberikan kaos kepada sejumlah Linmas, berharap bantuan sederhana tersebut mampu menambah semangat ketika menjalankan tugas sehari-hari.
“Bantuan ini bukan sekadar selembar kaos, tetapi bentuk dukungan bahwa pengabdian Linmas dilihat dan dihargai,” ujar Susanto mengenai pemberian tersebut kepada mereka.
Ia menilai kebutuhan perlengkapan Linmas semestinya memperoleh perhatian melalui perencanaan anggaran yang jelas, sehingga pelaksanaan tugas dapat ditunjang fasilitas lebih pantas ke depannya.
“Linmas selalu menjadi garda terdepan masyarakat, tetapi selama ini belum ada anggaran yang memadai untuk pembelian seragam,” ungkap Susanto dalam keterangannya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran jangan sampai membuat kebutuhan dasar petugas lapangan terabaikan, mengingat mereka memiliki fungsi strategis dalam mendukung ketertiban lingkungan masyarakat setempat.
“Saya akan memperjuangkan anggaran untuk memfasilitasi Linmas,” tegas Susanto, menyampaikan komitmennya mendorong dukungan pemerintah melalui pembahasan anggaran secara berkelanjutan ke depan.
Ia berharap fasilitas yang lebih memadai nantinya mampu meningkatkan rasa percaya diri Linmas ketika menjalankan tugas, sekaligus memperkuat identitas mereka di tengah masyarakat.
“Semangat mereka harus selalu terjaga untuk terus membersamai masyarakat,” lanjut Susanto, menekankan pentingnya perhatian terhadap mereka yang menjalankan tugas pelayanan sosial.
Persoalan seragam menjadi pengingat bahwa kualitas pengabdian tidak seharusnya diukur dari penampilan, tetapi kelayakan perlengkapan tetap menunjukkan penghormatan terhadap petugas lapangan.
Seragam yang pantas juga dapat mendukung penampilan Linmas ketika menjalankan pengamanan kegiatan warga, sekaligus memudahkan masyarakat mengenali keberadaan mereka saat dibutuhkan.
Langkah pemberian kaos tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan membuka pembahasan lebih luas mengenai kebutuhan operasional Linmas di wilayah Yogyakarta.
Perhatian terhadap Linmas menjadi penting karena mereka menjalankan berbagai fungsi sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga, dari kegiatan lingkungan hingga pengamanan masyarakat.
Susanto menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kebutuhan tersebut agar dukungan anggaran dapat diwujudkan secara realistis melalui proses pembahasan bersama pemerintah daerah nantinya.
“Seragam boleh sederhana, tetapi pengabdian jangan pernah kehilangan makna,” pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penghargaan terhadap Linmas harus diwujudkan melalui perhatian nyata.
Susanto Dorong Anggaran Seragam Linmas, Pengabdian Tak Boleh Diabaikan






