Bandar Lampung (PeNa)-Kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Sutono di Kantor DPP PDI-P Jl Diponegoro,Jakarta Pusat, Kamis (4/1) mendampingi Walikota Bandar Lampung Herman HN guna menghadiri pembacaan keputusan rekomendasi calon kepala daerah yang diusung Moncong putih menuai kritik.

Alhasil sejumlah pendapat mengemuka jika sebelumnya, Sutono sengaja menjelma menjadi Desy Ratnasari dengan komentar populer No Coment atau berlagak tersipu-sipu dengan pura-pura tegas membantah dan tidak memiliki ambisi politik untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Lampung 2018. Dan lebih memilih menjadi aparatur sipil negara.
“ Kami sangat menyayangkan terkait hadirnya pak Sutono sebagai Sekda Provinsi aktif yang turut hadir dalam kegiatan politik yang, seharus nya sebelum hadir dalam panggung politik tersebut sebaiknya pak Sutono memberikan pemberitauan atau mengundurkan diri terlebih dahulu dari jabatan PNS nya.”tegas Ketua Bahu Nasdem Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, Kamis malam (4/1).
Dia menegaskan dalam Undang undang no 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil negara dan peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2004 terkait pembinaan jiwa korps dan kode etik pegawai negeri sipil jelas memuat jika PNS dilarang untuk mendeklarasikan dirinya sebagai kepala daerah atau wakil dan dilarang keras untuk hadir dalam acara deklarasi bakal calon kepala daerah dengan dan atau tanpa menggunakan atribut partai politik.
“ Kan gak mungkin pak Sutono tidak paham soal aturan itu beliau itu adalah simbol dan panglima lokomotip terdepan tauladan ASN di Lampung ini,bisa rusak mental ASN di bawah beliau kalau latah dan ikut-ikutan tontonan politik semacam ini,”tandasnya.
Dikatakan Wahrul,Bawaslu sebagai lembaga yang berkompeten harus segera mengambil sikap dan obyektif serta tranparans sehingga tidak memicu asumsi publik jika lembaga pengawas itu tidak serius memandang persoalan tersebut.
“ Ini harus di luruskan dan segera beri sanksi moral kita harus lebih objektif melihat nya maka Bawaslu jangan diam segera panggil dan harus jelas hasilnya, jangan diem-diem terus hilang,”ujarnya.






