Tak Ada Korban Jiwa, Banjir Dan Puting Beliung Kepung Gedong Tataan

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Sejumlah rumah dan ruas jalan terkepung banjir serta satu bangunan toko makanan ringan porak poranda setelah hujan lebat mengguyur Kecamatan Gedong Tataan dan sejumlah daerah lainnya di Bumi Andan Jejama dan sekitarnya, Jum’ at (23/09/2022).

Terpantau, air banjir tersebut melanda sejumlah desa di Kecamatan Gedong Tataan seperti di Desa Sukaraja, Desa Begelen dan Desa Gedong Tataan serta persimpangan Tugu Pengantin. Sementara, angin puting beliung menyapu Toko Makanan ringan milik Yuni di Desa Begelen.

Sampai sekarang, belum dapat dipastikan apakah masih ada wilayah lain yang terkena dampak akibat hujan yang turun sangat deras dibarengi angin kencang. Untuk sementara belum diketahui adanya korban jiwa dan tercatat hanya kerugian materi meski belum terinventarisir.

Rosidi salah satu warga Desa Begelen mengatakan bahwa kejadian angin puting beliung berlangsung cukup cepat dibarengi hujan dan pusaran angin yang mengerikan.

“Kejadiannya sekitar pukul 12.45 WIB, setelah jumatan, itu kan hujan deras disertai angin dan memang saat itu situasinya sangat gelap, kemungkinan penyebabnya angin puting beliung,” kata dia.

Melengkapinya, Panca warga Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan juga menuturkan bahwa hujan turun sangat deras dan dibarengi angin.

“Hujan sangat deras, kayak air ditumpahkan gitu. Ya inilah akibatnya banjir, di tugu pengantin juga banjir dan dibeberapa dusun juga banjir bahkan mungkin di Begelen yang tempatnya lebih rendah juga biasanya banjir, ” tutur dia.

Setelah hujan mereda, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat Fikri Zainal juga tampak menyempatkan melihat kondisi banjir di seputaran tugu pengantin.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran Sofian Agani menyebut sedikitnya ada empat desa yang terkena dampak akibat hujan deras.

“Ada empat desa, Desa Bagelen dan Desa Karanganyar, Desa Purworejo serta Desa Kagungan Ratu Kecamatan Negeri Katon, ” kata dia.

Sayangnya, Sofian Agani tidak bisa menyebut terkait langkah apa yang seharusnya dilakukan guna memberikan perhatian terhadap masyarakat ataupun warga yang terkena musibah yang dimaksud.

Menanggapinya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa setiap turun hujan pihaknya selalu merasa resah dan khawatir akan terjadinya bencana.

“Setiap turin hujan saya selalu khawatir dan terus berdoa semoga tidak ada yang terkena bencana, baik banjir tanah longsor dan lainnya. Karena, secara geografis memang kontur alam kita memiliki potensi itu. Karenannya, telah saya instruksikan kepada satuan kerja terkait dan aparatur desa dan kecamatan untuk selalu siap siaga dan segera melapor manakala ada kejadian, ” kata dia.

Hal tersebut dimaksudkan agar penangannya dapat dilakukan lebih cepat oleh pemerintah. Dan, bagi masyarakat yang bermukim didaerah yang kerap terjadi bencana juga telah dihimbau agar lebih waspada ketika hujan mulai turun. Terlebih, bagi warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan bantaran sungai. Mengingat, sampai berita ditulis masih berlangsung hujan susulan dibarengi petir dibeberapa wilayah.

 

Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.