Tali Asih Polisi Meringankan Beban Hidup Warga Kurang Mampu

PESAWARAN-(PeNa), Tatapan mata warga kurang mampu mendadak meleleh mengeluarkan air mata suka cita, setelah menerima kunjungan jajaran Polres Pesawaran, Sabtu (14/7).
Kebahagiaan warga tersebut bukan karena menerima uang tali asih dan bantuan sembako yang dibawa personil Polres Pesawaran. Melainkan, keikhlasan kepedulian menyambangi warga yang sedang sakit dan ekonominya kurang mampu dianggapnya seperti keajaiban.
“Bukan karena bingkisan yang membuat haru dan suka cita, tapi kunjungan polisi ke rumah seperti keajaiban. Kami tidak pernah melihat perhatian seperti ini dari polisi. Mudah-mudahan Pak Kapolres sehat selalu, ” kata salah seorang keluarga dari Manisah (90) warga Dusun 1 Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan yang mengalami sakit lumpuh.
Kegembiraan yang sama juga dirasakan oleh Tahyad (60) warga kurang mampu di Dusun 3 Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan. Lalu, Ahmad Sujaja (50) warga penderita lumpuh di Dusun 2 Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan dan warga yang sakit lumpuh sudah 10 tahun yaitu Sayem (60) di Dusun 1 Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan.
“Santunan uang dan sembako dari Pak Polisi sangat membantu meringankan beban hidup kami. Meski demikian, kami tidak melihat isi bantuan. Tapi, dengan kunjungan Pak Polisi dan Polwan sudah sangat senang. Terima kasih Pak Kapolres, ” ucap Sayem.
Untuk diketahui, rangkaian Bhakti sosial dalam rangka HUT Bhayangkara Ke-72 Polres Pesawaran terus dilakukan, diantaranya membagikan uang tali asih dan bingkisan sembako kepada warga yang dianggap kurang mampu.
Selain itu, kegiatan lain adalah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga manula dan ibu hamil yang kurang mampu.
“Pemeriksaan dilaksanakan tim medis dari Klinik Polres Pesawaran di Desa Sungai Langka, warga yang telah dilakukan pemeriksaan langsung diberikan obat dan vitamin serta bingkisan sembako. Semoga bermanfaat, ” kata Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi.
Ditegaskan, kegiatan Bhakti sosial dilaksanakan oleh jajaran Polres Pesawaran dan langsung kelapangan mendatangi rumah-rumah warga yang dianggap kurang mampu. “Kegiatan tersebut dilakukan dengan mendatangi rumah warga yang kurang mampu, sehingga bisa langsung berkomunikasi dengan warga. Ini menggambarkan, bahwa polisi juga dekat dengan masyarakat, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *