Tanggamus Hadapi Gempa Dan Tsunami Dengan Simulasi

TANGGAMUS- (PeNa), Pemerintah Kabupaten Tanggamus lakukan simulasi guna menghadapi bencana gempa dan tsunami yang dapat terjadi kapan waktu. Kegiatan tersebut langsung dipimpin Bupati Dewi Handajani di Sekolah Dasar Negeri 3 Kapuran Pasar Madang Kecamatan Kota Agung, Jumat (02/11).
Dalam arahannya Bunda Dewi (sapaan akrab Bupati Tanggamus) berpesan agar masyarakat dapat selalu siap dalam menghadapi bencana yang mungkin saja bisa terjadi di lingkungannya.
Dewi melanjutkan edukasi kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana yang sering terjadi perlu di tanamkan, simulasikan dan menjadi reaksi atau respon yang cepat bila bencana tersebut harus Allah takdirkan dialami.
Edukasi tersebut diharapkan dapat terus dilakukan tidak harus anak anak yang menjadi sasaran tetapi warga masyarakat yang juga harus tau apa yang mereka lakukan jika tiba-tiba bencana terjadi.
Dan simulasi ini juga akan melatih masyarakat untuk mengurangu kepanikan jika bencana terjadi.
“masyarakat tidak boleh panik jika panik tidak akan banyak bisa berbuat untuk menyelamatkan diri malah bisa berbahaya bagi diri kita sendiri, ” kata Bunda
Selain itu Bunda menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dilingkungannya bila terjadi bencana, mana yang bisa ditolong kita wajib membantunya.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus siap mendukung program-program dalam rangka menyelamatkan dan mengamankan warga masyarakat dari bencana.
Ia berharap kedepan akan ada relawan relawan DESTANA (Desa Tanggap Bencana)  disetiap pekon-pekon di wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi bencana.
“Kepada kepala-kepala pekon yang memiliki wilayah berpotensi tinggi terjadi bencana dapat membentuk relawan DESTANA di pekon masing-masing, harus dibentuk disetiap pekon tersebut karena ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap keselamatan masyarakat Kabupaten Tanggamus, ” tegas Dewi.
Sementara itu, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Tanggamus Romas Yadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat selalu tanggap dalam menyikapi tanda-tanda akan adanya bencana dan mengarahkan masyarakat untuk dievakuasi di tempat titik aman.
Kegiatan ini juga melibatkan relawan-relawan DESTANA dari Kelurahan Baros dan Pasar Madang.
“Dengan adanya pelatihan ini masyarakat dan anak-anak akan mendapatkan ilmu  terkait penyelamatan diri jika bencana terjadi, dan insyaallah kedepan akan sering diadakan simulasi seperti ini, ” pungkasnya. PeNa-opoy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *