Viral Hina Fasilitas Kampus IIB Darmajaya, Dua Mahasiswi UBL Minta Maaf dan Akui Kesalahan

BANDAR LAMPUNG – (PeNa), Dua mahasiswi Universitas Bandar Lampung (UBL) menjadi sorotan publik setelah video mereka menghina fasilitas Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya viral di media sosial TikTok. Video tersebut memancing respons negatif dari warganet, yang mengecam tindakan mereka.

Dalam video yang tersebar, kedua mahasiswi itu secara terang-terangan menghina fasilitas kampus IIB Darmajaya, termasuk satpam, tangga, keramik, hingga kendaraan di area parkir.

Bacaan Lainnya

“Satpam di sini kok jelek-jelek ya, kalau UBL cakep-cakep. Halo gaes, kita lagi di Darmajaya, kampusnya jelek banget, keramiknya aja jelek,” ujar salah satu dari mereka.

Tak berhenti di situ, keduanya juga mengejek kendaraan di parkiran. “Motornya jelek-jelek lagi, enggak ada mobil. Lihat tuh, suprafit, Vega R, Revo. Di UBL enggak ada kayak gitu,” ujar mereka sambil tertawa.

Akibat perbuatannya, keduanya kemudian datang ke Kampus IIB Darmajaya untuk meminta maaf secara langsung di hadapan ratusan civitas akademik. Mereka juga menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi tindakan serupa di masa depan.

Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Firmansyah Alfian, yang mengelola Kampus IIB Darmajaya, mengatakan pihaknya menerima permohonan maaf dari kedua mahasiswi tersebut dengan lapang dada.

“Ini mungkin karena khilaf. Alhamdulillah, mereka sudah datang menyampaikan permohonan maaf. Kita terima dengan baik, dan sampaikan juga ke mahasiswa-mahasiswa kami bahwa mereka ini juga manusia, tempatnya salah dan khilaf,” ujar Firmansyah, Kamis (28/11/2024).

Ia juga meminta civitas akademik IIB Darmajaya untuk tidak membalas perlakuan tak terpuji tersebut.

“Ketika mereka datang, mungkin ada rasa marah dari mahasiswa kami. Tapi, alhamdulillah, tidak ada hal yang tidak diinginkan. Bahkan, pihak UBL melalui Wakil Rektor III juga datang untuk meminta maaf,” tambahnya.

Firmansyah menegaskan bahwa hubungan antara IIB Darmajaya dan UBL selama ini baik-baik saja, dan pihaknya tidak akan membawa masalah ini ke jalur hukum.

“Kita kembalikan mereka ke UBL untuk dilakukan pembinaan. Saya harap mereka tetap bisa melanjutkan kuliahnya, dan fokus pada perbaikan akhlak,” kata dia.

Menurut Firmansyah, kedua mahasiswi tersebut sebenarnya adalah anak-anak berprestasi, terbukti dari status mereka sebagai penerima beasiswa.

“Secara intelektual, mereka cerdas. Tapi, akhlak dan perilaku memang perlu diperbaiki. Ini menjadi perhatian kita semua,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *