Winarti Ditengah Perayaan HUT Kabupaten Tulang Bawang Ke-22

TULANG BAWANG-(PeNa), Bupati Tulang Bawang Winarti membuka secara resmi berbagai kegiatan acara dan perlombaan dalam rangka memeriahkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tulang Bawang Ke-22, Senin (11/03).
Mulai dari acara lomba senam Bergerak Melayani Warga (BMW), lomba Qasidah dan lomba perahu dayung, yang diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat hingga Pejabat dilingkup Pemkab Tulang Bawang dan Unsur Forkopimda Plus Kabupaten Tulang Bawang.
Untuk lomba senam BMW dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala, lomba Qasidahan dilaksanakan di Masjid Islamic Center Tulang Bawang dan lomba perahu dayung dilaksanakan di Rawa Bawang Latak.
Saat membuka lomba senam BMW, Bupati Tulang Bawang Winarti mengatakan bahwa sangat menyambut baik kegiatan senam tersebut, mengingat selain untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya berolahraga, juga untuk menumbuhkan semangat pola hidup sehat dengan menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh.
“Lomba senam BMW ini juga dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi untuk kita semua yang hadir disini, sehingga diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan semua pihak untuk membangun Kabupaten Tulang Bawang yang sama-sama kita cintai ini,” kata Winarti.
Sementara, saat lomba Qasidah, perempuan bergelar adat Pangeran Suri ini menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai pembinaan dan pengembangan nilai-nilai keagamaan masyarakat Tulang Bawang dan memasyarakatkan nilai dan syiar agama islam dalam upaya meningkatkan pemahaman, penghayatan ajaran islam serta mensyiarkan dahwah islam melalui seni musik islami guna membangun masyarakat cerdas, mandiri, kreatif  dan berakhlakul karimah.
“Kegiatan ini juga diadakan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai agama melalui musik religius yang dituangkan dalam musik Qosidah, dimaksudkan pula untuk menangkal pangaruh budaya asing dan musik asing yang sudah mulai membudaya di Indonesia, musik Qosidah ini diharapkan bisa menangkal dominasi musik asing,” ujar dia.
“Apalagi, kesenian bernafaskan Islam, sangat dominan untuk menangkal budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa, maupun nilai keagamaan yang dapat berdampak negatif merusak moralitas generasi muda,” imbuhnya.
Sedangkan, saat membuka acara lomba perahu dayung, orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur ini menerangkan, bahwa daratan Kabupaten Tulang Bawang dikelilingi sungai dan laut, disamping sektor pertanian peran sektor perikanan menjadi salah satu sektor unggulan pendapat mata pencarian masyarakat Tulang Bawang.
“Maka dari itu, pelaksanaan lomba perahu dayung ini salah satu upaya menciptakan peranan penting dalam rangka pelestarian budaya bangsa, khususnya masyarakat nelayan Tulang Bawang. Selain itu saya berharap dengan lomba ini benar-benar dapat bermanfaat dan dapat memunculkan gairah masyarakat, terkhusus dalam meningkatkan prestasi pemuda pemudi Tulang Bawang,” tegas dia.PeNa-edi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *