Yuhadi Klaim Salurkan Aspirasi, Lee Masuk DPT?

Bandar Lampung (PeNa)-Hadirnya vice President Sugar Grup Companies (SGC)  Lee Purwanti di kampanye Pasangan calon (Paslon) Arinal-Nunik terus menuai kritik, selain tidak terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung  sejak Pilkada langsung di terapkan.

Totalitas Lee yang sejak awal meniadakan kaderisasi politik di tubuh Beringin yang dengan mudahnya menjadikan mantan Sekdaprov Ketua DPD I Golkar justru semakin menguatkan dugaan adanya pamrih politik serta melanggengkan dugaaan penipuan, penggelapan pajak jika Cagub yang didanai mampu memenangkan Pilgub.

Ketua Forum Demokrasi Lampung (ForDeLa) Alferry Sampurna mengaku heran dengan sikap adik Gunawan Yusuf yang terang-terangan mendukung mantan Sekdaprov yang sempat tersandung kasus dugaan pemukulan staf bandara.

“ Jelas ada misi lain yang di emban oleh Koorporasi melalui Lee, kami sepakat dengan pendapat Yusdianto jika hal itu adalah pembajakan demokrasi, jika memang  Yuhadi selaku Liaison Officer adanya Lee itu menyalurkan aspirasi politik, coba buktikan apakah Lee terdaftar sebagai pemilih di Lampung,”tegas Alumni fisip UMJ, Rabu (3/4).

Dia menambahkan, Tim Sukses Paslon Nomor tiga hendaknya tidak kebakaran jenggot dengan komentar sejumlah akademisi mengenai kehadiran Lee Purwanti di Kampanye Arinal-Nunik, justru dengan adanya pernyataan dari kalangan kampus dapat dijadikan pertimbangan atau masukkan.

“ Tujuan kontestasi ini memenangkan Pilada tapi tidak juga dengan menghalalkan segala cara dan membabi buta dalam membela pemodal, justru yang berpikiran sempit itu pihak-pihak yang tidak terima dengan komentar akademisi terkait kehadiran Lee. Apalagi sampai menuding akademisi melanggar HAM, kalau kami perhatikan dari beberapa komentar pengamat di media tidak ada yang melarang memberikan dukungan,”ucapnya.

Dikatakannya, beberapa kasus dugaan penipuan, pengemplangan pajak bahkan sengketa lahan dengan masyarakat Tulang Bawang  yang terindikasi dilakukan oleh SGC, menjadi salah satu faktor akademisi angkat bicara dengan hadirnya Lee di kancah politik Lampung dalam dukungannya terhadap Arinal Djunaidi.

“Wajar jika akademisi khawatir dengan kondisi yang terjadi, mengingat sejumlah dugaan yang melibatkan perusahaan gula itu dari kasus penipuan sampai dengan sengketa lahan, tidak akan terpecahkan dan terselesaikan jika kacung kooprorasi yang nanti muncul sebagai pemenang Pilgub. Jadi jangan juga sembarang bicara soal aspirasi, jika yang bersangkutan saja tidak ikut memilih, nah kektika mendukung dalam bentuk dana kampanye apa tidak ada kompensasinya ketika Cagub yang didukung menang, mendukung jagoan kita sah-sah saja tapi setidaknya tidak membabi buta dan menghilangkan hati nurani, coba kita tanya tim paslon tiga itu apa yang mereka bisa janjikan dengan masyarakat yang lahannya bersengketa dengan SGC,”tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *